Tawaf Sunnah Rumaysho: Panduan Singkat

Jamaah melakukan tawaf di sekitar Kaaba
Sumber: omar_chatriwala (Wikimedia Commons) — Lisensi: CC BY 2.0

Artikel ini untuk Anda yang sering dengar “tawaf sunnah Rumaysho”, lalu bingung: maksudnya tawaf tambahan (tathawwu’) atau sunnah-sunnah yang dilakukan saat tawaf? Di lapangan, dua-duanya kepakai, tapi yang paling sering dicari adalah sunnah-sunnah saat melakukan tawaf agar praktiknya rapi dan sesuai adab.

Targetnya sederhana: Anda punya checklist singkat, paham mana yang khusus laki-laki, tahu kapan cukup isyarat, dan tidak terjebak hal-hal yang bikin tawaf jadi melelahkan atau mengganggu jamaah lain.

Rujukan Rumaysho yang sering dijadikan pegangan: https://rumaysho.com/2653-sunnah-sunnah-thowaf332.html. Untuk konteks umrah (tawaf umrah sebagai rukun), lihat juga: https://rumaysho.com/2654-tata-cara-pelaksanaan-umrah333.html. Kalau Anda butuh alur ringkas resmi, Nusuk merangkum step ihram–tawaf–sa’i–tahallul: https://umrah.nusuk.sa/Journey.

Ringkasan

Sunnah-sunnah tawaf yang paling dikenal antara lain: idhthiba’ (membuka pundak kanan) dan ramal (jalan cepat kecil) bagi laki-laki pada tiga putaran pertama (pada tawaf tertentu), memulai dari Hajar Aswad, takbir/isyarat di Hajar Aswad saat memulai putaran, mengusap Hajar Aswad dan Rukun Yamani jika memungkinkan tanpa menyakiti, serta membaca doa ringkas di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Intinya: kerjakan sunnah dengan tenang, tinggalkan jika berisiko desakan.

Daftar Isi

Inti Penting

  • Sunnah itu mengikuti kemampuan: kalau berdesakan, tinggalkan sentuh/istilam dan cukup isyarat.
  • Idhthiba’ & ramal: umumnya khusus laki-laki dan dilakukan sesuai kondisi tawaf (ikuti bimbingan pembimbing).
  • Mulai dari Hajar Aswad: ini patokan agar hitungan putaran tidak kacau.
  • Doa ringkas paling populer: doa di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
  • Adab menang: dzikir pelan, jaga pandangan, dan jangan jadi sumber gangguan.

Tawaf Sunnah Itu Apa?

Tawaf tathawwu’ vs tawaf rukun

Tawaf rukun adalah tawaf yang menjadi bagian wajib-sah dari umrah atau haji (misalnya tawaf umrah). Tawaf tathawwu’ (tawaf sunnah) adalah tawaf tambahan yang dikerjakan di Masjidil Haram di luar tawaf rukun.

Sunnah di dalam tawaf (yang dimaksud Rumaysho)

Saat orang mengetik “tawaf sunnah Rumaysho”, biasanya yang dicari adalah daftar sunnah-sunnah ketika tawaf (cara berpakaian ihram tertentu, cara memulai, bacaan ringkas, dan adab). Rumaysho merangkum poin-poin ini dalam artikel sunnah-sunnah thawaf: https://rumaysho.com/2653-sunnah-sunnah-thowaf332.html.

Sunnah-Sunnah Tawaf Menurut Rumaysho (Checklist)

Idhthiba’ (khusus laki-laki)

Idhthiba’ adalah menempatkan kain ihram bagian atas sehingga pundak kanan terbuka. Ini disebut sebagai sunnah bagi laki-laki pada konteks tawaf tertentu. Praktiknya: dilakukan saat tawaf, lalu setelah selesai tawaf pundak kembali ditutup (misalnya saat shalat).

Ramal 3 putaran pertama (khusus laki-laki)

Ramal adalah berjalan cepat dengan langkah kecil pada tiga putaran pertama (pada kondisi tawaf tertentu). Untuk perempuan, umumnya tidak disunnahkan. Kuncinya: ramal tidak boleh mengorbankan keselamatan. Kalau padat, ramal gugur karena Anda tidak mungkin “cepat” tanpa menyikut orang.

Mulai dari Hajar Aswad + takbir/isyarat

Mulai tawaf dari posisi sejajar Hajar Aswad. Saat memulai, menghadap Hajar Aswad dan bertakbir. Jika jauh, Anda tetap bisa melakukan isyarat tanpa harus mendekat.

Istilam Hajar Aswad (bila mampu)

Jika memungkinkan dan aman, Hajar Aswad diusap dan dicium. Jika tidak memungkinkan, cukup isyarat (misalnya mengangkat tangan) dari posisi Anda. Ini poin yang sering menenangkan pemula: Anda tidak gagal tawaf hanya karena tidak menyentuh Hajar Aswad.

Istilam Rukun Yamani (bila mampu)

Jika memungkinkan, mengusap Rukun Yamani. Kalau tidak memungkinkan, tidak perlu isyarat. Poin ini penting agar Anda tidak sibuk “melambaikan tangan” di setiap sudut Ka’bah.

Doa di antara dua rukun

Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, salah satu doa ringkas yang sering diamalkan adalah Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah… Banyak panduan praktis menempatkan bacaan ini sebagai “default” agar jamaah tidak bingung harus baca apa.

Adab tawaf: dzikir pelan dan jaga pandangan

  • Dzikir dan doa dilakukan dengan suara pelan (lebih aman dan lebih fokus).
  • Jaga pandangan, kurangi distraksi, dan jangan membuat kerumunan untuk “ritual foto”.
  • Berikan ruang untuk jamaah lain, terutama lansia dan kursi roda.

Cara Praktis Tawaf 7 Putaran (tanpa bingung)

Cara hitung putaran dan patokan posisi

  • Anggap “garis start” adalah sejajar Hajar Aswad.
  • Setiap kembali ke garis itu, tambah 1 putaran sampai 7.
  • Kalau ragu, berhenti sebentar di pinggir (jangan mendadak berhenti di jalur rapat), cek hitungan, lanjut lagi.

Setelah tawaf: shalat dua rakaat & zamzam

Setelah tawaf, umumnya jamaah melakukan shalat sunnah dua rakaat (bila memungkinkan dan sesuai arahan petugas setempat), lalu minum zamzam. Jika area sangat padat, utamakan keamanan: shalat bisa dilakukan di tempat yang memungkinkan tanpa mengganggu arus jamaah.

Hal yang Sering Disangka Sunnah Padahal Tidak

  • Mengusap semua dinding Ka’bah atau setiap sudut: yang dikenal dalam pembahasan sunnah adalah Hajar Aswad dan Rukun Yamani (dan itu pun bila mampu).
  • Berdoa keras dipimpin satu orang sampai membuat rombongan jadi “blok” yang menghalangi jalur.
  • Mewajibkan diri menyentuh Multazam dengan cara memaksa. Jika aman dan memungkinkan, silakan; kalau tidak, tidak perlu mengejar.
  • Menjadikan tawaf ajang selfie di titik padat: risikonya tinggi dan mengganggu.

Tips untuk Perempuan, Lansia, dan yang Membawa Anak

  • Perempuan: fokus pada ketenangan, pilih jalur lebih longgar, dan jangan mengejar ramal/idhthiba’ karena itu bukan tuntunan untuk perempuan.
  • Lansia: prioritaskan ritme napas, minum cukup, dan jangan ragu memakai kursi roda bila disarankan tenaga medis/pembimbing.
  • Membawa anak: sepakati titik kumpul, pakai identitas anak, dan pilih waktu lebih lengang. Anak lelah = orang tua panik = tawaf jadi berat.

Apa yang Jarang Dibahas

1) “Sunnah terbaik” kadang adalah tidak menyakiti orang. Banyak pemula merasa bersalah kalau tidak bisa menyentuh Hajar Aswad. Padahal di kondisi padat, meninggalkan sunnah yang berisiko adalah keputusan yang lebih sesuai adab. Yang Allah lihat bukan seberapa dekat Anda ke batu, tapi seberapa bersih hati dan seberapa aman Anda menjaga hak sesama jamaah.

2) Tawaf itu latihan fokus. Gangguan terbesar bukan kurangnya hafalan doa, tapi hilangnya fokus karena sibuk menilai orang lain, sibuk kamera, atau sibuk marah. Kalau Anda merasa emosi naik, turunkan target: cukup dzikir pelan, perbaiki napas, lanjut putaran.

3) Punya “rencana B” mencegah panik. Rencana B itu sederhana: jika terlalu padat di dekat Ka’bah, Anda pindah ke jalur lebih luar. Jika hitungan kacau, Anda berhenti di pinggir untuk cek. Jika rombongan tercerai, semua kembali ke titik kumpul. Keputusan kecil ini membuat tawaf lebih aman.

4) Kebijakan akses bisa berubah. Kadang ada pengaturan arus, waktu masuk, atau izin tertentu. Sebelum hari H, cek info resmi (misalnya Nusuk) dan arahan petugas setempat agar Anda tidak “ngotot” masuk jalur yang sedang ditutup.

FAQ

Apakah ramal boleh untuk perempuan?

Dalam pembahasan sunnah-sunnah tawaf, ramal biasanya dikaitkan dengan laki-laki. Untuk perempuan, fokusnya adalah adab, ketenangan, dan menjaga diri. Bila ragu, ikuti bimbingan pembimbing Anda dan kondisi lapangan.

Kalau tidak bisa sentuh Hajar Aswad, apa cukup isyarat?

Ya, banyak panduan menjelaskan bahwa jika tidak memungkinkan, Anda cukup memberi isyarat dari posisi Anda. Ini sangat relevan saat padat: Anda tetap bisa memulai putaran dengan benar tanpa mendorong.

Bolehkah membaca doa dari HP?

Boleh selama tidak mengganggu orang lain dan Anda tetap menjaga keamanan barang. Namun, sering kali doa ringkas + dzikir pelan lebih praktis daripada scroll panjang saat berjalan.

Daftar Istilah

Idhthiba’
Cara memakai kain ihram bagian atas sehingga pundak kanan terbuka (dibahas sebagai sunnah bagi laki-laki pada konteks tertentu).
Ramal
Jalan cepat dengan langkah kecil pada tiga putaran pertama (pada konteks tertentu), umumnya untuk laki-laki.
Istilam
Mengusap (dan pada Hajar Aswad bisa disertai mencium) jika memungkinkan tanpa menyakiti.
Rukun Yamani
Salah satu sudut Ka’bah sebelum Hajar Aswad pada arah tawaf.
Tawaf tathawwu’
Tawaf sunnah tambahan di luar tawaf rukun umrah/haji.

Penutup

Tawaf sunnah ala Rumaysho bukan tentang “berapa banyak ritual yang berhasil Anda lakukan”, tapi tentang tawaf yang rapi, aman, dan beradab. Kerjakan sunnah yang mudah, tinggalkan yang berisiko, dan jaga hati tetap tenang.

Jika Anda ingin memantapkan diri, baca ulang daftar sunnah-sunnah tawaf dari Rumaysho (tautan di atas), lalu cocokkan alur umum dengan Nusuk. Dengan kombinasi itu, Anda punya pegangan yang praktis sekaligus tertib.