Tata Cara Tawaf Sunnah Rumaysho: Langkah Ringkas + Kesalahan Umum

Jamaah melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram
Sumber: Fars Media Corporation (foto: Mohammad Hossein Velayati) — Lisensi: CC BY 4.0

Artikel ini ditulis buat anda yang ingin tata cara tawaf sunnah yang simpel, tidak bikin panik, dan tetap nyambung dengan penjelasan “sunnah-sunnah thawaf” yang sering dibahas di Rumaysho. Fokusnya: praktis di lapangan, aman, dan tidak mengganggu jamaah lain.

Kalau anda baru pertama kali ke Masjidil Haram, anggap panduan ini sebagai “mode pemula”: targetnya bukan tampil paling hafal doa, tapi tawafnya sah, putarannya benar, dan adabnya terjaga.

Rujukan populer yang membahas sunnah, adab, serta hal-hal yang dimakruhkan saat tawaf bisa anda baca langsung di: https://rumaysho.com/2653-sunnah-sunnah-thowaf332.html dan https://rumaysho.com/2662-yang-dilarang-dan-dimakruhkan-ketika-thowaf339.html. Untuk pegangan manasik versi pemerintah Indonesia, ada buku resmi Kemenag: https://haji.kemenag.go.id/v5/storage/strapi-cms-landing-page/cms/Buku_Tuntunan_Manasik_Haji_f14b85fc63.pdf.

Ringkasan

Tawaf sunnah itu tawaf tambahan (nafilah) di sekitar Ka’bah, di luar tawaf rukun/wajib. Cara dasarnya tetap sama: mengelilingi Ka’bah 7 putaran, dimulai dari Hajar Aswad, berputar berlawanan arah jarum jam, sambil menjaga adab.

Bedanya, karena ini sunnah, anda bisa lebih fleksibel: tidak perlu memaksakan sunnah-sunnah yang berisiko dorong-dorongan. Prinsipnya: aman & tidak menyakiti lebih utama daripada mengejar sentuhan Hajar Aswad.

Daftar Isi

Inti Penting

  • Pastikan 7 putaran benar; jangan “kecolongan” jadi 6 atau 8.
  • Mulai dari Hajar Aswad (cukup melambaikan tangan jika sulit mendekat).
  • Jaga wudhu dan aurat; kalau batal, berhenti dan bereskan dulu.
  • Sunnah itu bonus; tidak boleh bikin orang lain kesakitan.
  • Doa bebas; yang paling realistis: dzikir pelan + doa pendek yang konsisten.

Apa Itu Tawaf Sunnah dan Kapan Dikerjakan?

Tawaf sunnah adalah tawaf yang dikerjakan sebagai ibadah tambahan ketika anda berada di Masjidil Haram. Cara ini sering dipilih saat menunggu waktu shalat, setelah selesai umrah (sudah tahallul), atau saat ingin memperbanyak ibadah tanpa repot keluar miqat lagi. Dalam manasik Kemenag juga disebut adanya tawaf sunat sebagai ibadah tambahan di Masjidil Haram.

Syarat Sah Tawaf (Versi Praktis)

Untuk pemula, pegang tiga lapis: arah–jumlah–kondisi.

Syarat yang sering kelupaan

  • Arah putaran: Ka’bah selalu di sebelah kiri anda.
  • Jumlah: tepat 7 putaran.
  • Mulai: dari garis sejajar Hajar Aswad (sering ada lampu hijau sebagai penanda).
  • Wudhu: bila ragu, wudhu dulu sebelum tawaf.
  • Aurat: pastikan tertutup dan pakaian aman dari tersingkap.

Kalau wudhu batal di tengah putaran

Menepi, wudhu, lalu lanjut. Jika hitungan kacau dan ini tawaf sunnah, opsi paling menenangkan biasanya mengulang dari awal agar yakin.

Langkah Ringkas Tawaf Sunnah (7 Putaran)

1) Mulai di Hajar Aswad (tanpa saling dorong)

Sejajarkan diri dengan Hajar Aswad. Jika padat, cukup isyarat (angkat tangan menghadap Hajar Aswad) sambil takbir, tanpa memaksakan diri mencium/menyentuh.

2) Putaran 1–7: fokus rute dan adab

  • Jalan stabil, Ka’bah di kiri.
  • Jika bersama rombongan, jangan membuat barikade/“rantai”.
  • Jika terpisah, selesaikan putaran dan kumpul di titik aman di pinggir.

3) Selesai putaran ke-7: penutupan yang rapi

Setelah genap 7, jangan berhenti mendadak di jalur arus manusia. Menepi dulu, lalu rapikan barang dan napas.

4) Shalat dua rakaat dan minum zamzam

Shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan; kalau padat, shalat di tempat lain di Masjidil Haram. Minum zamzam dilakukan dengan tertib tanpa menghalangi jalur.

Sunnah-Sunnah Tawaf ala Rumaysho

Untuk detail sunnah-sunnah tawaf (termasuk adab dan hal yang dimakruhkan), rujuk: https://rumaysho.com/2653-sunnah-sunnah-thowaf332.html dan https://rumaysho.com/2662-yang-dilarang-dan-dimakruhkan-ketika-thowaf339.html.

Idhthiba’ dan raml: khusus laki-laki, jangan dipaksakan

Idhthiba’ (pundak kanan terbuka) dan raml (jalan cepat 3 putaran awal) adalah sunnah bagi laki-laki pada konteks tertentu. Namun untuk tawaf sunnah di kondisi padat, jangan memaksakan raml yang membahayakan diri/orang lain.

Istilam Hajar Aswad & Rukun Yamani: yang penting aman

Mengusap Hajar Aswad dan Rukun Yamani itu sunnah. Jangan sampai jadi sumber dorong-dorongan. Pembahasan terkait bisa dibaca di: https://rumaysho.com/37069-seputar-thawaf-sunnah-raml-serta-hukum-mengusap-hajar-aswad-dan-rukun-yamani.html.

Dzikir pelan + doa di antara dua rukun

Doa yang sering dibaca di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad adalah “Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah…”. Selain itu, doa bebas. Jaga suara agar tidak mengganggu jamaah lain.

Multazam: bonus kalau memungkinkan

Berdoa di Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah) bisa jadi bonus jika tidak padat dan aman. Jika padat, tinggalkan.

Kesalahan Umum Saat Tawaf (dan Cara Menghindarinya)

Kesalahan yang bikin tawaf tidak sah

  • Putaran kurang dari 7.
  • Salah arah (Ka’bah di kanan).
  • Mulai hitungan bukan dari Hajar Aswad.
  • Tidak menjaga bersuci lalu tidak memperbaiki saat sadar.

Kesalahan adab yang bikin repot orang lain

  • Mengeraskan doa/dzikir sampai mengganggu.
  • Memaksa menyentuh Hajar Aswad saat padat.
  • Berhenti mendadak di jalur arus.
  • Makan sambil tawaf atau menahan BAK/BA sampai tidak fokus.

Doa yang Paling Realistis Dibaca Saat Tawaf

Doa singkat yang konsisten

  • Takbir pelan saat sejajar Hajar Aswad.
  • Doa “Rabbanaa aatinaa…” di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
  • Selebihnya: istighfar, shalawat, dan doa kebutuhan pribadi.

Boleh pakai bahasa sendiri?

Boleh. Doa dengan bahasa yang anda pahami sering membuat lebih khusyuk. Tetap jaga suara dan keselamatan.

Tips Mengatur Ritme di Masjidil Haram

Pilih waktu dan jalur yang ramah pemula

  • Untuk pemula, sering lebih tenang di jalur agak pinggir (tidak mepet Ka’bah).
  • Jika bisa, pilih jam yang tidak puncak setelah gelombang shalat selesai.
  • Pakai penanda hitungan: jari, tasbih kecil, atau aplikasi counter (tanpa mengganggu).

Strategi aman untuk keluarga & lansia

Kalau bersama orang tua/anak, targetnya bukan “harus dekat Ka’bah”, tapi selamat sampai selesai. Bagi peran dan sepakati titik kumpul.

Apa yang Jarang Dibahas

1) Tawaf itu ibadah bergerak, jadi manajemen energi itu ibadah juga. Banyak yang kelelahan bukan karena tidak kuat, tapi karena salah strategi: memaksakan jalur mepet Ka’bah saat padat, menahan lapar/BAK, atau kurang minum. Ambil jeda aman itu lebih baik daripada memaksa sampai panik.

2) Konsistensi rukun lebih bernilai daripada ambisi sunnah. Untuk tawaf sunnah, lebih bijak menargetkan 7 putaran rapi + adab terjaga dibanding mengejar sentuhan Hajar Aswad hingga hitungan kacau.

3) Kesalahan paling sering terjadi di transisi. Selesai putaran ke-7 lalu berhenti tepat di jalur arus, atau berdiri lama di area Maqam Ibrahim saat padat. Biasakan: “selesai satu tahap, menepi dulu”.

4) Perbedaan kebiasaan rombongan itu nyata. Ada rombongan yang doa keras dipimpin, ada yang diam. Anda boleh tetap berdoa pelan sendiri sambil menjaga adab.

5) Tawaf sunnah sering lebih ramah tenaga daripada umrah berulang. Bagi yang mukim beberapa hari, tawaf sunnah bisa jadi pilihan ibadah yang sederhana dan aman, tanpa repot keluar miqat lagi.

FAQ

Apakah tawaf sunnah harus pakai ihram?

Tidak. Tawaf sunnah bisa dilakukan tanpa ihram (misalnya setelah selesai umrah dan sudah tahallul). Tetap jaga aurat dan adab.

Boleh berhenti di tengah putaran karena desak-desakan?

Boleh untuk alasan keselamatan. Menepi, atur napas, lalu lanjutkan saat aman. Hindari berhenti mendadak di jalur arus.

Apakah boleh membaca doa dari HP saat tawaf?

Boleh selama tetap awas situasi dan tidak mengganggu. Banyak orang memilih doa pendek agar tidak terlalu sibuk dengan layar.

Kalau lupa hitungan putaran, harus bagaimana?

Ambil angka yang anda yakin sudah dilakukan, lalu lanjutkan sampai genap 7. Kalau benar-benar kacau dan ini tawaf sunnah, mengulang dari awal sering jadi opsi paling menenangkan.

Daftar Istilah

Tawaf
Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran sebagai ibadah.
Tawaf sunnah
Tawaf tambahan (nafilah) di luar tawaf rukun/wajib.
Hajar Aswad
Batu hitam di sudut Ka’bah yang menjadi titik mulai tawaf.
Rukun Yamani
Sudut Ka’bah sebelum Hajar Aswad; disunnahkan diusap.
Idhthiba’
Membuka pundak kanan saat tawaf (sunnah pada konteks tertentu bagi laki-laki).
Raml
Berjalan cepat pada tiga putaran awal (sunnah pada konteks tertentu bagi laki-laki).

Penutup

Kalau anda mencari tata cara tawaf sunnah Rumaysho versi pemula, cukup pegang tiga hal: 7 putaran benar, adab terjaga, dan tidak menyakiti orang lain. Setelah itu, barulah anda tambahkan sunnah-sunnah yang ringan sesuai kondisi.

Ingat: di Masjidil Haram, situasi bisa berubah cepat. Fleksibel itu bukan mengurangi ibadah, tapi cara menjaga ibadah tetap khusyuk dan aman.

Semoga Allah mudahkan langkahmu, menerima amalmu, dan memberi kesempatan untuk kembali lagi dalam keadaan lebih siap.