Tata Cara Umroh: Langkah Ringkas + Kesalahan Umum (Panduan Pemula)

Untuk siapa panduan ini? Buat pemula yang baru pertama kali umroh, atau yang pernah umroh tapi ingin “reset” urutan manasik supaya lebih yakin.
Yang anda dapat: urutan langkah ringkas dari miqat sampai tahallul, checklist praktis, dan daftar kesalahan umum yang paling sering bikin panik di lapangan.
Umroh punya inti yang jelas dan repetitif: ihram → tawaf → sa’i → tahallul. Kalau anda memahami empat ini, sisanya tinggal adab, persiapan, dan manajemen energi. Untuk rujukan resmi yang menjelaskan tahapan perjalanan umroh, anda juga bisa melihat “Umrah Journey” di Nusuk: https://umrah.nusuk.sa/Journey.
Ringkasan
Tata cara umroh yang paling aman untuk pemula adalah mengikuti urutan baku: 1) Ihram dari miqat (niat dan talbiyah), 2) Tawaf umroh 7 putaran, 3) Shalat 2 rakaat (jika memungkinkan), 4) Sa’i 7 kali dari Shafa ke Marwah, 5) Tahallul (memotong rambut). Kesalahan paling sering bukan soal doa, tetapi soal teknis: salah hitung putaran, masuk area Hijr Ismail dari dalam saat tawaf, atau buru-buru tahallul sebelum sa’i.
Daftar Isi
- Ringkasan
- Daftar Isi
- Inti Penting
- Rukun Umroh vs Wajib Umroh: Bedanya Apa?
- Persiapan Sebelum Miqat (Supaya Tidak Panik)
- Langkah 1: Ihram dari Miqat
- Langkah 2: Tawaf Umroh (7 Putaran)
- Langkah 3: Sa’i Shafa–Marwah (7 Kali)
- Langkah 4: Tahallul (Tanda Umroh Selesai)
- Kesalahan Umum Saat Umroh (dan Cara Menghindarinya)
- Tips Praktis di Lapangan: Waktu, Energi, dan Rombongan
- Checklist Umroh Pemula (Printable)
- Apa yang Jarang Dibahas
- FAQ
- Daftar Istilah
- Penutup
Inti Penting
- Urutan inti: ihram → tawaf → sa’i → tahallul.
- Rukun itu inti: kalau rukun terlewat, umroh tidak sah. Wajib itu pelengkap yang ada konsekuensi jika ditinggalkan (tergantung pembahasan fiqih dan bimbingan).
- Jangan memaksa sunnah sampai menyakiti orang (misalnya desak-desakan di Hajar Aswad).
- Manajemen energi adalah kunci: jangan “habis” sebelum sa’i.
- Perlu verifikasi: syarat visa, vaksin, dan kebijakan operasional di Saudi bisa berubah; cek info terbaru dari travel/Kemenag atau kanal resmi.
Rukun Umroh vs Wajib Umroh: Bedanya Apa?
Secara sederhana:
- Rukun umroh = pilar yang membuat umroh sah. Kalau tertinggal, harus diulang/diperbaiki sesuai arahan pembimbing.
- Wajib umroh (dalam sebagian pembahasan) = kewajiban yang tidak sampai membatalkan umroh bila terlewat, namun bisa ada konsekuensi (misalnya dam) pada konteks tertentu.
Versi ringkas rukun umroh yang sering dipakai di materi manasik Indonesia: ihram, tawaf, sa’i, tahallul, dan tertib. Bacaan referensi yang cukup rapi (Indonesia) bisa anda lihat di rilis BPKH: https://bpkh.go.id/publikasi/siaran-pers/fiqih-haji-dan-umroh. Untuk versi buku panduan manasik yang bisa dibaca offline, anda bisa gunakan PDF panduan (akses publik): https://repository.uinsu.ac.id/14153/1/BUKU%20MENASIK%20UMRAH%202021.pdf.
Persiapan Sebelum Miqat (Supaya Tidak Panik)
- Set niat dan pemahaman: pahami urutan 4 langkah inti. Jangan mengejar detail kecil dulu.
- Siapkan “kit kecil”: sandal ringan, kantong sandal, botol semprot, tisu, dan charger.
- Latihan pakaian ihram (untuk laki-laki) sebelum berangkat, minimal sekali, supaya tidak “ngatur kain” sambil panik.
- Catat miqat sesuai rute (dari Madinah beda dengan dari Jeddah). Pembimbing biasanya memberi arahan spesifik.
Kalau anda suka referensi step-by-step dalam bahasa Inggris (cukup teknis dan jelas), “Rituals of Umrah” dari situs informasi haji/umrah bisa jadi bacaan tambahan: https://www.hajinformation.com/main/e20.htm.
Langkah 1: Ihram dari Miqat
Ihram itu bukan sekadar baju putih. Intinya: niat masuk ibadah umroh dari batas miqat, lalu menjaga diri dari larangan ihram sampai tahallul.
Niat dan talbiyah
- Mandi/sunat kebersihan (jika memungkinkan), wudhu, lalu memakai ihram (laki-laki) atau pakaian yang menutup aurat (perempuan).
- Shalat sunnah (bila memungkinkan) lalu niat umroh sesuai bimbingan.
- Mengucapkan talbiyah dan memperbanyak dzikir saat perjalanan menuju Makkah.
Larangan ihram versi singkat
Versi “ingat cepat” untuk pemula: jangan pakai wangi-wangian (setelah niat), jangan potong kuku/rambut, hindari hubungan suami-istri, dan jaga adab—tidak bertengkar, tidak menyakiti.
Langkah 2: Tawaf Umroh (7 Putaran)
Begitu sampai Masjidil Haram, anda akan melihat arus besar mengelilingi Ka’bah. Tawaf umroh dilakukan 7 putaran dengan Ka’bah di sisi kiri, mulai dari sejajar Hajar Aswad.
Cara hitung putaran yang tidak bikin salah
- Putaran 1 dimulai saat anda sejajar Hajar Aswad (bukan saat “masuk area”).
- Gunakan metode sederhana: hitung dengan jari atau catatan kecil di aplikasi catatan.
- Kalau terpaksa berhenti karena terpisah rombongan, fokus dulu ke keselamatan; lanjutkan tawaf saat aman sambil tetap menghitung.
Catatan penting: jangan memotong lewat dalam area Hijr Ismail (setengah lingkaran di samping Ka’bah). Putaran dianggap mengelilingi Ka’bah jika anda berjalan di luar area tersebut.
Setelah tawaf: shalat dua rakaat dan zamzam
Setelah selesai, shalat 2 rakaat (jika memungkinkan) di area belakang Maqam Ibrahim atau area lain yang aman. Lalu minum zamzam. Jangan memaksakan diri shalat tepat di belakang Maqam jika sangat padat—yang penting shalatnya, bukan lokasinya.
Langkah 3: Sa’i Shafa–Marwah (7 Kali)
Sa’i dilakukan dengan berjalan/berlari kecil di area tertentu antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali (dimulai dari Shafa, berakhir di Marwah). Satu “kali” dihitung dari satu bukit ke bukit lainnya. Jadi: Shafa→Marwah (1), Marwah→Shafa (2), dan seterusnya sampai berakhir di Marwah (7). Rujukan urutan ini juga dijelaskan di Nusuk Journey: https://umrah.nusuk.sa/Journey.
Langkah 4: Tahallul (Tanda Umroh Selesai)
Tahallul adalah penutup umroh: memotong rambut sebagai tanda keluar dari ihram. Untuk laki-laki, memendekkan atau mencukur (banyak ulama menyebut mencukur lebih utama). Untuk perempuan, memotong sedikit ujung rambut (bukan mencukur habis). Setelah tahallul, larangan ihram selesai dan anda kembali ke aktivitas normal.
Kesalahan Umum Saat Umroh (dan Cara Menghindarinya)
- Salah urutan: tahallul sebelum sa’i. Pegang urutan inti: ihram → tawaf → sa’i → tahallul.
- Salah hitung: tawaf/sa’i putaran kurang atau lebih. Pakai metode hitung yang konsisten.
- Memaksa sunnah: berdesakan mencium Hajar Aswad atau mengejar Multazam sampai menyakiti orang.
- Over fokus doa tertentu: sibuk cari bacaan panjang sampai tidak sadar arah, putaran, atau terpisah rombongan.
- Kurang hidrasi: dehidrasi membuat sa’i terasa “siksaan”. Minum cukup sebelum mulai.
Tips Praktis di Lapangan: Waktu, Energi, dan Rombongan
- Pilih jam yang lebih longgar bila rombongan memungkinkan (misalnya bukan jam puncak setelah shalat).
- Sepakati titik kumpul (misalnya nomor pintu/area tertentu) sebelum mulai tawaf, karena sinyal dan keramaian bisa memisahkan.
- Siapkan “Plan B”: kalau terpisah, tetap lanjutkan ibadah dengan tenang, lalu bertemu di titik kumpul.
- Gunakan alas kaki yang aman untuk berjalan jauh (sa’i cukup panjang). Jangan nekat pakai sandal licin.
Checklist Umroh Pemula (Printable)
- ✅ Paham urutan inti (ihram → tawaf → sa’i → tahallul).
- ✅ Latihan pakai kain ihram (laki-laki) + peniti/ikat yang aman.
- ✅ Bawa kantong sandal + sandal yang nyaman.
- ✅ Bawa botol semprot/air minum, tisu, dan obat pribadi.
- ✅ Tentukan titik kumpul rombongan di Masjidil Haram.
- ✅ Simpan nomor pembimbing dan alamat hotel di catatan offline.
Apa yang Jarang Dibahas
1) Kesalahan terbesar pemula biasanya bukan “bacaan”, tapi “logistik”. Banyak jamaah menyiapkan buku doa tebal, tetapi lupa hal kecil yang membuat manasik kacau: sandal hilang, tidak punya kantong sandal, lupa titik kumpul, atau baterai HP habis. Hasilnya: panik, capek, dan akhirnya ibadah terasa berat. Untuk menghindari ini, fokuslah pada 3 hal sebelum masuk Masjidil Haram: (a) titik kumpul jelas, (b) sandal aman, (c) baterai cukup.
2) Mengatur tempo lebih penting daripada mengatur gaya. Di awal tawaf, pemula sering ikut arus orang cepat sehingga napas “habis” sebelum putaran ketiga. Padahal yang anda butuhkan adalah konsistensi sampai putaran ketujuh dan lanjut sa’i. Tempo yang stabil, tidak terburu-buru, sering membuat ibadah lebih nyaman dan aman.
3) “Tertib” itu bukan cuma urutan, tapi juga pengendalian diri. Anda mungkin sudah hafal urutan, tetapi tetap bisa gagal kalau emosimu meledak: marah karena terdorong, debat soal fiqih di tengah tawaf, atau ngotot ingin sentuh Hajar Aswad. Jadikan umroh sebagai latihan sabar. Kalau keadaan padat, pilih jalan yang aman: isyarat dari jauh itu sudah cukup bagi banyak pembimbing.
4) Perlu verifikasi: syarat masuk dan kebijakan operasional. Aturan visa, vaksin, dan pengaturan akses area bisa berubah dari waktu ke waktu. Saat mendekati keberangkatan, cek pembaruan dari Kemenag atau kanal resmi Saudi. Minimal, pastikan anda memegang informasi terbaru dari travel/pembimbing agar tidak ada kejutan di bandara.
FAQ
Umroh biasanya selesai berapa jam?
Tergantung kepadatan. Untuk pemula, rangkaian tawaf + sa’i + tahallul bisa sekitar 2–4 jam (kadang lebih cepat, kadang lebih lama). Faktor terbesar: kepadatan di area tawaf dan kondisi fisik.
Apakah harus hafal doa panjang saat tawaf dan sa’i?
Tidak. Anda boleh berdoa dengan bahasa yang anda pahami. Yang penting menjaga adab, fokus pada ibadah, dan tidak mengganggu jamaah lain.
Kalau perempuan haid, bagaimana umroh?
Karena tawaf mensyaratkan suci, perempuan haid umumnya menunggu suci sebelum melakukan tawaf umroh. Ini termasuk kasus yang sering punya detail fiqih, jadi ikuti arahan pembimbing dan rujuk materi manasik resmi.
Tahallul untuk perempuan dipotong seberapa banyak?
Umumnya cukup memotong sedikit ujung rambut (sering dijelaskan “seujung jari”). Tidak perlu mencukur habis.
Daftar Istilah
- Miqat
- Batas tempat/waktu untuk memulai ihram sebelum masuk Makkah.
- Ihram
- Keadaan sakral saat umroh, dimulai dengan niat dari miqat dan diikuti larangan ihram.
- Tawaf
- Mengelilingi Ka’bah 7 putaran dengan Ka’bah di sisi kiri.
- Sa’i
- Berjalan 7 kali antara Shafa dan Marwah, dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah.
- Tahallul
- Memotong rambut sebagai tanda keluar dari ihram dan selesainya umroh.
Penutup
Kalau anda ingin umroh berjalan mulus, pegang satu kalimat ini: ihram → tawaf → sa’i → tahallul. Sisanya adalah penguat: adab, kesabaran, dan strategi energi. Jangan jadikan umroh sebagai “ujian hafalan” atau “lomba sunnah”. Jadikan sebagai perjalanan ibadah yang aman, rapi, dan penuh makna.
Semoga Allah memudahkan langkahmu, menerima amal umroh, dan memberi kesempatan untuk kembali. Aamiin.