Amanah Travel Umroh

Panduan manasik umroh Rumaysho: materi yang dipelajari, simulasi ihram–tawaf–sa’i–tahallul, plus checklist persiapan pemula.

Manasik Umroh Rumaysho: Apa yang Dipelajari & Persiapan

Jamaah bertawaf di sekitar Ka'bah di Masjidil Haram
Sumber: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:The_Kaaba_during_Hajj_-_edited.jpg — Lisensi: CC BY-SA 4.0

Artikel ini cocok buat anda yang mau ikut manasik umroh (kelas bimbingan) dan ingin “nge-klik” dulu: apa saja materi yang dipelajari, urutan praktiknya, serta persiapan paling realistis untuk pemula.

Fokusnya versi Rumaysho: gaya pembahasan yang menekankan dalil, runtutan rukun, dan pemangkasan kebiasaan tambahan yang sering bikin jamaah bingung.

Kalau anda tipe yang suka checklist dan langkah demi langkah, anda akan nyaman dengan format ini. Kalau anda berangkat bareng travel, anda bisa pakai ini untuk “cross-check” materi manasik travelmu agar tidak ada rukun yang kelewat.

Ringkasan

Manasik umroh itu bukan sekadar latihan jalan. Intinya: memastikan anda paham rukun umroh (ihram–tawaf–sa’i–tahallul–tertib) dan tahu cara mengeksekusinya di kondisi nyata: padat, capek, dan sering kejar waktu.

Untuk rujukan alur umroh yang ringkas namun berbasis dalil, anda bisa mulai dari tulisan Rumaysho berikut: https://rumaysho.com/2654-tata-cara-pelaksanaan-umrah333.html.

Daftar Isi

Inti Penting

  • Target manasik: rukun aman, praktiknya kebayang, dan anda tahu apa yang boleh/tidak saat ihram.
  • Yang dipelajari: rukun & urutan, miqat & niat, teknis tawaf/sa’i, tahallul, plus adab & manajemen keramaian.
  • Persiapan paling berdampak: kuasai alur 1 lembar + latihan “simulasi dalam kepala” (mental rehearsal) + checklist barang inti.
  • Hindari jebakan: ikut-ikutan ritual tambahan tanpa ilmu, dan “kebiasaan rombongan” yang ternyata mengganggu tertib.

Apa Itu Manasik Umroh versi Rumaysho

Kenapa manasik itu “wajib” secara praktik

Secara fikih, syarat-syarat sah umroh sudah jelas. Tetapi di lapangan, yang membuat jamaah “gagal fokus” biasanya bukan kurang niat—melainkan kurang paham runtutan dan titik-titik kritis: kapan niat, dari mana miqat, kapan mulai larangan ihram, dan bagaimana menjaga tertib rukun saat kondisi ramai.

Manasik membantu anda mengubah pengetahuan jadi “kebiasaan”: anda tahu langkah berikutnya bahkan ketika capek, terpisah dari rombongan, atau wudhu sering batal.

Ciri pendekatan Rumaysho: dalil, tertib, anti kebiasaan tanpa dasar

Di Rumaysho, pembahasan umroh biasanya menekankan: (1) rukun harus berurutan, (2) sunnah dikerjakan tanpa memberatkan, dan (3) kebiasaan populer yang tidak punya dasar tidak dijadikan “wajib baru”.

Contohnya, pembahasan tahallul: boleh gundul atau pendek, namun gundul lebih utama. Rujukan ringkasnya: https://rumaysho.com/37112-tahallul-dengan-cukur-botak-lebih-besar-pahalanya.html.

Materi yang Dipelajari Saat Manasik

Rukun umroh dan urutan yang benar

Di manasik, anda akan mengulang sampai otomatis: ihram → tawaf → sa’i → tahallul → tertib. Banyak pembimbing juga menambahkan “checkpoint”: kapan mulai talbiyah, kapan berhenti talbiyah, dan bagaimana memastikan hitungan putaran.

Kalau anda ingin membandingkan versi ringkas dari perspektif Syafi’iyah (yang sering dipakai di Indonesia), anda bisa baca juga: https://nu.or.id/syariah/5-rukun-umrah-yang-tidak-boleh-ditinggalkan-1KXoV.

Miqat, niat, talbiyah, dan aturan ihram

Bagian ini biasanya berisi: apa itu miqat (batas mulai ihram), bagaimana berniat umroh, dan kapan larangan ihram mulai berlaku. Rumaysho sering menekankan persiapan sebelum ihram (mandi, wangi-wangian di badan, pakaian ihram) sebagaimana anjuran sunnah.

Untuk latihan, biasakan jawab tiga pertanyaan cepat: “Saya ihram dari mana?”, “Saya niat kapan?”, “Larangan apa yang harus saya jaga sejak niat?”.

Teknis tawaf dan sa’i yang sering bikin bingung

Tawaf itu 7 putaran mengelilingi Ka’bah, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama. Sa’i itu 7 kali perjalanan Shafa–Marwah (Shafa ke Marwah dihitung 1, baliknya 2, dst). Di manasik, anda akan belajar “cara menghitung” yang tahan distraksi.

Tips sederhana: pakai penghitung (tasbih counter) atau catatan angka di HP offline supaya tidak panik saat terdorong arus jamaah.

Tahallul: cukur botak vs pendek, termasuk untuk perempuan

Ini penutup umroh: memotong rambut sebagai tanda keluar dari ihram. Untuk laki-laki, gundul lebih utama; untuk perempuan, umumnya memendekkan (sekadar beberapa sentimeter dari ujung) dan dilakukan dengan tertib.

Manasik yang bagus akan membahas juga kesalahan umum: memotong hanya sebagian kecil dari satu sisi, atau “sekadar simbolis” yang terlalu sedikit—karena ini area yang sering diperdebatkan praktiknya.

Simulasi Praktik: Dari Miqat sampai Tahallul

Step 1 — Ihram di miqat: mandi, pakaian, niat

Simulasi dimulai dari “mode bandara/bus”: mandi sunnah, pakai ihram, shalat sunnah (jika ada sebabnya), lalu niat ketika melewati/berada di miqat. Setelah niat, larangan ihram berjalan.

Untuk gambaran umum prosedur manasik resmi, anda bisa lihat buku Kemenag (bagian umroh): https://dki.kemenag.go.id/storage/files/BUKU_TUNTUNAN_MANASIK_HAJI_DAN_UMRAH_2024.pdf.

Step 2 — Tawaf: 7 putaran, adab, dan manajemen keramaian

Di lapangan, tantangan tawaf adalah menjaga arah putaran, menjaga aurat, tidak saling mendorong, dan tidak berhenti lama di “titik foto”. Manasik yang efektif mengajarkan strategi posisi: pilih jalur tengah/luar bila bersama keluarga, dan jangan memaksakan menyentuh Hajar Aswad jika berisiko.

Latih juga “doa fleksibel”: tidak ada satu paket doa wajib per putaran. Yang penting dzikir, doa yang anda pahami, dan menjaga kekhusyukan tanpa mengganggu orang lain.

Step 3 — Sa’i: 7 kali Shafa–Marwah + tips stamina

Sa’i sering membuat pemula salah hitung. Triknya: pastikan anda tahu “start” dan “finish” tiap putaran. Kalau ragu, berhenti sebentar di pinggir, cek angka di penghitung, lanjut lagi—daripada ngotot lalu salah hitung.

Manajemen stamina: minum sedikit tapi sering, gunakan sandal yang tidak licin, dan bawa plester anti lecet.

Step 4 — Tahallul: tutup umroh dengan rapi

Setelah tahallul, barulah anda keluar dari larangan ihram. Praktiknya: cari barber yang aman, atau siapkan gunting kecil (khusus) untuk memendekkan rambut jika anda punya kondisi tertentu. Pastikan bersih dan tidak membahayakan.

Persiapan Sebelum Berangkat

Persiapan ilmu: hafal alur, paham batasan

Minimal yang harus anda pegang sebelum berangkat: (1) alur rukun 1 lembar, (2) peta miqat yang relevan dengan rute perjalananmu, (3) daftar larangan ihram, dan (4) “plan B” jika terpisah rombongan.

Kalau anda umroh lewat jalur resmi Saudi, biasakan cek info perjalanan dan rute di portal Nusuk: https://umrah.nusuk.sa/Journey. Perlu verifikasi: aturan dan fitur dapat berubah mengikuti kebijakan otoritas.

Persiapan kesehatan: yang sering diremehkan

Umroh itu “marathon ringan”: banyak jalan, berdiri, dan perubahan jam tidur. Persiapan yang paling berguna biasanya sederhana: mulai jalan kaki 20–30 menit/hari (4–5x seminggu), latihan naik-turun tangga, dan biasakan hidrasi.

Kalau punya penyakit penyerta (hipertensi, diabetes, asma), rapikan obat dan jadwal minum obat. Bawa obat cadangan di tas kecil yang selalu menempel.

Checklist perlengkapan simpel tapi menyelamatkan

  • Dokumen: paspor, visa (jika ada), kartu identitas, fotokopi & versi digital.
  • Perlengkapan ibadah: tas kecil, sajadah tipis, tasbih counter (opsional), mushaf kecil/QR.
  • Perlindungan kaki: kaus kaki, plester lecet, sandal nyaman (tidak licin).
  • Kesehatan: masker, oralit, obat pribadi, minyak angin (secukupnya).
  • Manajemen rombongan: name tag, nomor kontak pembimbing, titik kumpul cadangan.

Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya

Salah start: niat/miqat tidak jelas

Ini akar banyak masalah. Kalau anda sudah paham miqat dan kapan niat dilakukan, separuh kekacauan hilang. Di manasik, minta pembimbing menjelaskan skenario perjalananmu: dari kota A → miqat mana → niat kapan.

Tawaf/sa’i tidak tertib atau berhenti terlalu lama

“Tertib” berarti rukun tidak dibolak-balik. Di lapangan, sering terjadi: jamaah berhenti lama di tengah jalur karena menunggu rombongan. Solusinya: sepakati titik kumpul di luar jalur, bukan di tengah putaran.

Mengikuti “ritual tambahan” tanpa ilmu

Rumaysho sering mengingatkan: jangan menjadikan amalan tambahan seolah wajib. Jika anda ingin berdoa panjang, lakukan tanpa mengganggu arus jamaah. Jika anda ingin membaca doa tertentu, pastikan anda paham maknanya dan tidak meyakini “paket doa putaran 1–7” sebagai sesuatu yang harus.

Apa yang Jarang Dibahas

1) Strategi “split keluarga” agar ibadah tetap sah. Banyak keluarga memaksakan satu barisan sehingga saling tarik-menarik. Padahal lebih aman membagi: yang kuat di depan, yang butuh tempo di belakang, lalu bertemu di titik yang disepakati. Ini menjaga keselamatan dan kekhusyukan.

2) Manajemen wudhu tanpa panik. Di masjid besar, wudhu bisa memakan waktu. Solusinya bukan “tahan-tahan” sampai stres, tapi rencanakan: kapan terakhir wudhu sebelum tawaf, jalur ke toilet, dan apakah anda perlu jeda. Jika wudhu batal, jangan malu keluar jalur, perbaiki, lalu lanjut sesuai arahan pembimbing.

3) Mengukur risiko “memaksakan sunnah”. Menyentuh Hajar Aswad atau Shalat di tempat tertentu itu bukan rukun. Kalau situasi padat dan berbahaya, anda boleh memilih opsi yang lebih aman. Banyak jamaah justru tenang setelah paham prioritas: rukun dulu, keselamatan dijaga, sunnah dikerjakan sesuai kemampuan.

4) “Script” komunikasi dengan pembimbing. Siapkan kalimat pendek untuk kondisi darurat: “Saya di gate X,” “Saya selesai sa’i putaran ke-…,” “Wudhu batal, saya ke toilet terdekat.” Kedengarannya sepele, tapi ini membuatmu tidak blank saat stres.

FAQ

Apakah manasik wajib sebelum umroh?

Tidak ada rukun “ikut kelas manasik”. Namun secara praktik, manasik sangat dianjurkan karena membantu anda memahami rukun, syarat, larangan, dan urutan. Jika anda tidak ikut kelas, minimal pelajari panduan rujukan yang tepercaya dan lakukan simulasi sendiri.

Bagaimana kalau wudhu batal di tengah tawaf?

Keluar jalur dengan aman, perbarui wudhu, lalu lanjut sesuai petunjuk pembimbing. Yang penting: jangan memaksa tetap di jalur sambil panik. Catat di mana posisi terakhir agar tidak salah hitung.

Apa doa wajib saat tawaf dan sa’i?

Tidak ada satu paket doa wajib per putaran yang harus dihafal. Anda boleh berdzikir, membaca doa yang anda pahami, dan memperbanyak istighfar. Pilih doa pendek agar tidak kehabisan napas di keramaian.

Perempuan haid apakah bisa umroh?

Dalam praktik, ada rincian fikih yang perlu dibahas langsung dengan pembimbing/ustazah karena berkaitan dengan tawaf (yang mensyaratkan suci menurut banyak pendapat). Siapkan “plan B” dari jauh hari agar tidak stres saat di Tanah Suci.

Daftar Istilah

Manasik
Bimbingan teori dan praktik ibadah (di sini: umroh) agar paham rukun, syarat, larangan, dan urutan pelaksanaannya.
Miqat
Batas tempat/waktu tertentu untuk memulai ihram.
Ihram
Kondisi masuk rangkaian ibadah umroh dengan niat; sejak itu berlaku larangan ihram.
Tawaf
Mengelilingi Ka’bah 7 putaran sebagai rukun umroh.
Sa’i
Berjalan 7 kali antara Shafa dan Marwah sebagai rukun umroh.
Tahallul
Keluar dari ihram dengan memotong rambut (gundul atau pendek).

Penutup

Manasik umroh versi Rumaysho pada dasarnya mengajak anda kembali ke inti: rukun yang tertib, sunnah yang ringan, dan kebiasaan tambahan yang tidak memberatkan.

Kalau anda ingin hasil yang cepat terasa, fokuslah pada 3 hal: hafal urutan rukun, kuasai miqat/niat, dan latihan simulasi tawaf–sa’i dengan hitungan yang tahan distraksi. Sisanya—doa, adab, dan logistik—menyusul sebagai penguat.

Semoga Allah mudahkan perjalanan dan terima ibadahmu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top