Amanah Travel Umroh

Umroh NU Online: panduan cepat rukun umroh (Syafi’i), urutan praktis di Tanah Suci, doa inti, plus checklist pemula agar manasik rapi tanpa panik.

Umroh NU Online: Penjelasan dan Panduan Cepat untuk Pemula

Jamaah melakukan tawaf di sekitar Ka'bah saat umroh
Sumber: Wikimedia Commons — Lisensi: CC BY 2.0

Siapa yang cocok baca ini? Anda yang sering lihat rujukan “NU Online” saat cari penjelasan ibadah, lalu ingin versi ringkas yang tetap rapi secara fikih (terutama gaya Syafi’i yang umum dipakai di Indonesia).

Targetnya sederhana: setelah selesai membaca, anda bisa menjelaskan urutan umroh dari ihram sampai tahallul, tahu mana yang rukun (kalau tertinggal bisa bermasalah), dan punya checklist praktis agar tidak bingung di Masjidil Haram.

Istilah “umroh NU Online” biasanya dipakai orang untuk menyebut “panduan umroh yang merujuk ke artikel-artikel NU Online”, bukan nama manasik khusus. Karena itu, fokus tulisan ini adalah: merangkum inti yang sering dibahas NU Online, lalu menerjemahkannya menjadi langkah praktis untuk pemula.

Catatan penting: dalam ibadah, detail bisa berbeda tergantung mazhab, kondisi, dan arahan pembimbing. Kalau anda ikut travel, jadikan tulisan ini sebagai pegangan pribadi supaya anda paham alasannya, bukan sekadar ikut-ikutan.

Ringkasan

Umroh terdiri dari rangkaian ibadah di Makkah (dan sebagian di area Masjidil Haram) yang intinya: ihram → tawaf → sa’i → tahallul → tertib. Dalam rujukan NU Online, lima rukun ini sering ditegaskan sebagai fondasi manasik yang tidak boleh ditinggalkan.

Versi cepatnya: mandi & bersiap di miqat, berniat umroh (ihram), masuk Masjidil Haram dengan adab, tawaf 7 putaran, shalat sunnah tawaf bila memungkinkan, sa’i 7 kali (Shafa–Marwah), lalu tahallul (potong rambut) dan selesai.

Daftar Isi

Inti Penting

  • Rukun umroh (versi yang sering dipakai di Indonesia): ihram, tawaf, sa’i, tahallul, tertib.
  • Niat itu di hati; melafalkan boleh dan membantu fokus, tapi jangan sampai menganggap lafaz panjang sebagai “syarat sah”.
  • Tawaf butuh suci (hadats kecil/besar), aurat tertutup, dan putaran dihitung dengan benar.
  • Sa’i dihitung 7 lintasan dari Shafa ke Marwah = 1, balik Marwah ke Shafa = 2, dst.
  • Manajemen kerumunan lebih penting daripada memaksa “nempel Ka’bah”: aman dulu, ibadahnya tetap sah.

Apa Itu Umroh Menurut NU Online

NU Online banyak menulis ibadah dengan bahasa yang dekat ke tradisi fikih pesantren, sekaligus cukup ramah pemula. Untuk topik umroh, biasanya NU Online menekankan rukun-rukun yang “tidak boleh ditinggalkan” dan adab-adab yang membuat ibadah lebih tertib dan khusyuk.

Kalau anda ingin mulai dari rujukan ringkas, anda bisa baca ringkasan rukun umroh di NU Online ini: https://islam.nu.or.id/syariah/5-rukun-umrah-yang-tidak-boleh-ditinggalkan-1KXoV

Bedanya Umroh dan Haji (Singkat)

Umroh sering disebut “haji kecil” karena ada tawaf dan sa’i, tetapi tidak mencakup rangkaian wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah/Mina, dan lempar jumrah. Secara praktik, umroh lebih singkat dan bisa dilakukan hampir sepanjang tahun (di luar kebijakan tertentu).

Rukun vs Sunnah: Kenapa Penting

Ini kunci biar anda tidak mudah panik. Rukun adalah pilar ibadah: kalau tidak dikerjakan, ibadahnya bermasalah. Sunnah/adab adalah amalan penyempurna: bagus dikejar, tetapi tidak perlu memaksa sampai membahayakan diri/rombongan.

Rukun Umroh Versi Syafi’i yang Lazim di NU

Dalam banyak tulisan NU Online, rukun umroh diringkas menjadi 5. Kita pakai kerangka ini karena paling mudah diingat, dan nyambung dengan praktik kebanyakan pembimbing umroh di Indonesia.

Rukun 1: Ihram (Niat & Miqat)

Ihram itu “masuk” ke rangkaian umroh. Praktiknya: bersuci (mandi sunnah jika memungkinkan), pakai pakaian ihram (laki-laki) atau pakaian yang memenuhi syarat (perempuan), lalu berniat umroh dari miqat. Setelah niat, larangan ihram berlaku (misalnya memakai wangi-wangian tertentu, memotong kuku/rambut, berburu, dll).

Tip pemula: pegang prinsip “niat di hati, lisan membantu”. Kalau lupa lafaz, jangan panik. Fokus pada niatnya: “Saya berniat umroh karena Allah.”

Rukun 2: Tawaf (Syarat & Catatan)

Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah 7 putaran, Ka’bah berada di sebelah kiri. NU Online menjelaskan tawaf harus dimulai dari arah Hajar Aswad dan dilakukan dalam keadaan suci. Sisi praktisnya:

  • Mulai hitung putaran saat sejajar Hajar Aswad (ada garis/petunjuk di lantai).
  • Kalau penuh, cukup isyarat tangan dari jauh; jangan memaksa mencium Hajar Aswad.
  • Jaga wudhu: kalau batal, anda perlu berwudhu lagi dan melanjutkan sesuai arahan pembimbing (umumnya mengulang tawaf agar aman).

Untuk referensi doa/doa umum saat tawaf (bukan “wajib”), anda bisa lihat ulasan NU ini: https://islam.nu.or.id/syariah/inilah-lafaz-doa-tawaf-dan-anjuran-membacanya-L2tfG

Rukun 3: Sa’i (Ringkas & Hitungan)

Sa’i adalah berjalan bolak-balik antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 lintasan. Hitungan yang sering bikin pemula keliru adalah ini: Shafa → Marwah = 1, Marwah → Shafa = 2, begitu seterusnya sampai 7, dan berakhir di Marwah.

Kalau anda butuh visual dan penjelasan ringkas, NU Online punya video panduan sa’i yang mudah diikuti: https://www.nu.or.id/video/syariah—ubudiyah/panduan-sa-i-haji-umrah-lengkap-ringkas-dan-mudah-dipahami-bitFA

Rukun 4: Tahallul

Tahallul adalah memotong rambut sebagai tanda keluar dari ihram. Umumnya laki-laki dianjurkan mencukur habis (halq) atau memendekkan (taqsir), sedangkan perempuan cukup memotong sedikit (sekira satu ruas jari) dari ujung rambut.

Rukun 5: Tertib

Tertib berarti berurutan. Praktisnya: jangan dibalik-balik. Tawaf dulu, lalu sa’i, baru tahallul. Kalau anda ragu urutan karena kondisi lapangan (misalnya akses masuk keluar), tanya pembimbing agar tidak salah langkah.

Panduan Cepat Umroh: 60 Menit Sekali Baca

Bagian ini dibuat seperti “cheat sheet” untuk dibaca sebelum berangkat atau saat di bus menuju miqat. Anggap ini mode cepat; detailnya anda bisa ulang di bagian-bagian sebelumnya.

Checklist Sebelum Berangkat

  • Niat & ilmu: paham 5 rukun + larangan ihram versi pembimbingmu.
  • Perlengkapan: sandal yang nyaman, tas kecil, botol minum, masker, plester anti lecet, gunting kecil (untuk tahallul, simpan aman sesuai aturan perjalanan).
  • Dokumen: paspor, visa/izin, kartu identitas, data hotel & nomor pembimbing.
  • Kontrol ritme: tidur cukup; jangan “ngegas ibadah” di hari pertama sampai drop di hari berikutnya.

Urutan Praktis di Tanah Suci

  1. Miqat: mandi sunnah (jika memungkinkan), pakai ihram (laki-laki), shalat sunnah bila ada waktu, lalu niat umroh.
  2. Menuju Masjidil Haram: perbanyak talbiyah/dzikir, jaga wudhu.
  3. Tawaf: 7 putaran, mulai sejajar Hajar Aswad, jangan memaksa mendekat kalau padat.
  4. Shalat sunnah tawaf: 2 rakaat (jika memungkinkan), cukup di area masjid (tidak harus tepat di belakang Maqam Ibrahim).
  5. Sa’i: 7 lintasan Shafa–Marwah, jaga pace, minum secukupnya.
  6. Tahallul: potong rambut, selesai umroh.

Doa & Dzikir yang Paling Sering Dipakai

Kalau anda pemula, tidak perlu memaksa hafal banyak doa panjang. Yang penting: talbiyah, tasbih–tahmid–takbir, shalawat, istighfar, dan doa dengan bahasa sendiri. NU Online juga menegaskan doa saat tawaf sifatnya fleksibel (boleh doa apa saja yang baik).

Kesalahan Umum Jamaah Pemula

Bagian ini sengaja blak-blakan. Banyak “kesalahan” bukan karena niat jelek, tapi karena kelelahan, ketidaktahuan, atau ikut arus kerumunan.

Setting Niat & Larangan Ihram

  • Baru sadar larangan ihram setelah niat: misalnya pakai parfum, potong kuku, atau ganti baju tanpa paham aturannya.
  • Overthinking lafaz niat: padahal niat intinya di hati; lafaz hanya membantu.
  • Lupa “mode sabar”: ihram itu latihan menahan diri, termasuk menahan emosi.

Tawaf Berdesakan & Adab

  • Memaksa “nempel Ka’bah” hingga menabrak orang lain atau terpisah dari rombongan.
  • Fokus pada video/foto sampai lupa hitung putaran.
  • Batal wudhu tapi tetap lanjut karena malu: lebih aman berhenti, wudhu, dan atur ulang.

Sa’i Salah Hitung

Ini klasik. Trik sederhana: pakai counter di tasbih digital atau catatan di HP (mode pesawat). Satu lintasan selesai saat anda benar-benar sampai sisi bukit berikutnya (Shafa atau Marwah).

Panduan untuk Perempuan: Haid, Nifas, dan Obat

Kasus paling sering: haid datang sebelum tawaf. Karena tawaf mensyaratkan suci, maka ini perlu penanganan tenang dan sesuai arahan pembimbing (seringnya mengikuti mazhab dan kebijakan rombongan).

Kalau Haid Sebelum Tawaf

Prinsip umumnya: tunda tawaf sampai suci. Anda tetap bisa berdzikir, berdoa, dan ikut kegiatan yang tidak mensyaratkan suci (sesuai adab di Masjidil Haram dan arahan pembimbing). Jangan mengambil keputusan sendiri; koordinasikan dengan pembimbing karena jadwal rombongan dan tiket kepulangan juga faktor.

Kapan Boleh Tawaf

Tawaf dilakukan saat anda sudah suci (mandi wajib) dan bisa menjaga wudhu. Kalau ada penggunaan obat penunda haid, itu ranah konsultasi medis dan fatwa; jangan “copy-paste” pengalaman orang lain.

Catatan Keamanan & Kesehatan (Singkat)

Ini bukan bagian fikih, tapi bagian yang sering menentukan apakah ibadahmu lancar atau justru berantakan. Anggap ini “biaya wajib” untuk menjaga kualitas ibadah.

Vaksin & Dokumen

Perlu verifikasi: syarat kesehatan dan vaksin untuk umroh bisa berubah sesuai kebijakan. Untuk pegangan umum, anda bisa cek ringkasan kesehatan perjalanan Haji/Umrah dari WHO: https://www.emro.who.int/cpi/programmes/umrah-hajj-safety.html

Manajemen Energi di Masjidil Haram

  • Pilih jam yang lebih longgar bila memungkinkan (tidak selalu bisa).
  • Bawa minum, jangan dehidrasi; makan ringan sebelum tawaf/sa’i.
  • Kalau anda bersama orang tua/anak, sepakati titik kumpul dan plan “kalau kepisah”.

Rujukan Praktis Resmi yang Bisa Anda Buka

Kalau anda ingin punya rujukan yang “aman” dan bisa dibaca ulang, berikut kombinasi rujukan resmi + rujukan NU Online yang mudah diakses:

Apa yang Jarang Dibahas

1) “Bahasa doa” sering disalahpahami. Banyak pemula mengira ada satu paket doa tawaf yang wajib dibaca putaran per putaran. Padahal, rujukan fikih yang sering dikutip ulama (termasuk yang dirangkum NU Online) justru menekankan bahwa berdoa saat tawaf itu luas: anda boleh berdoa dengan doa apa pun yang baik, selama menjaga adab. Dampaknya besar: anda tidak mudah stres saat lupa teks, dan lebih bisa fokus pada kekhusyukan.

2) Kerumunan adalah bagian dari manasik. Umroh bukan lomba “paling dekat Ka’bah” atau “paling banyak video”. Kerumunan adalah ujian kesabaran dan manajemen diri. Teknik sederhana yang jarang diajarkan: tentukan “target aman” (misalnya tawaf di ring tengah/luar), prioritas menjaga rombongan, dan gunakan isyarat tangan alih-alih memaksa mencium Hajar Aswad.

3) Energi itu ibadah. Banyak orang “habis” di hari pertama: tawaf plus sa’i memaksa, lalu besoknya justru tidak sanggup shalat jamaah atau tilawah. Lebih baik ambil strategi steady: cukupkan rukun dulu, lalu tambah amalan sunnah kalau badan masih kuat. Ini juga membuat emosi lebih stabil, dan mengurangi risiko konflik kecil dengan rombongan.

4) Peta mental lebih penting daripada peta fisik. Masjidil Haram luas, akses bisa berubah, pintu masuk bisa padat. Peta mental yang perlu anda siapkan: “kalau wudhu batal, saya ke mana?”, “kalau kepisah, titik kumpul di mana?”, “kalau tidak dapat shalat sunnah tawaf dekat Maqam Ibrahim, apa alternatifnya?”. Pertanyaan-pertanyaan ini terlihat sepele, tapi menghemat banyak energi dan air mata.

5) Jangan malu bertanya “yang basic”. Umroh sering membuat orang sungkan: takut terlihat tidak paham. Padahal, satu pertanyaan tepat waktu bisa mencegah salah urutan atau salah hitung. Kalau anda bingung, tanya pembimbing: “Ini sudah putaran ke berapa?” atau “Saya batal wudhu di putaran ke-5, langkah aman apa?”

FAQ

Umroh harus travel atau bisa mandiri?

Keduanya bisa. Untuk pemula, travel biasanya lebih nyaman karena urusan logistik (transport, hotel, pembimbing) lebih rapi. Kalau mandiri, anda perlu ekstra disiplin: urus visa/izin, pemesanan, transport lokal, dan memahami aturan setempat. Jika tujuanmu “tenang ibadah”, travel sering jadi pilihan paling realistis untuk pertama kali.

Bolehkah melakukan tawaf sunnah setelah umroh?

Boleh, tawaf sunnah pada dasarnya terbuka sepanjang waktu (di luar kondisi tertentu). Namun, jangan sampai mengejar sunnah membuat anda mengabaikan kewajiban lain, kesehatan, atau keamanan rombongan. Mulai dari yang paling “pasti”: shalat berjamaah, dzikir, tilawah, lalu tambah tawaf sunnah jika memungkinkan.

Berapa lama proses umroh di Masjidil Haram?

Sangat tergantung kepadatan dan stamina. Tawaf bisa 45–120 menit, sa’i 45–90 menit, belum termasuk waktu masuk-keluar dan shalat. Strategi pemula: jangan pasang target waktu ketat, tapi pasang target “rukun selesai dengan aman”.

Daftar Istilah

Miqat
Batas tempat/waktu untuk mulai ihram (niat) sebelum masuk rangkaian umroh.
Ihram
Keadaan khusus setelah niat umroh; ada larangan-larangan tertentu sampai tahallul.
Tawaf
Mengelilingi Ka’bah 7 putaran dengan Ka’bah di sebelah kiri, dalam keadaan suci.
Sa’i
Berjalan 7 lintasan antara Shafa dan Marwah (Shafa→Marwah dihitung 1).
Tahallul
Memotong rambut untuk keluar dari ihram; penutup rangkaian umroh.
Dam
Denda tertentu karena pelanggaran/kelalaian dalam manasik (aturan detail ikut mazhab/pembimbing).

Penutup

Kalau anda mencari “umroh NU Online”, inti yang paling berguna adalah kerangka rukun yang rapi lalu diterjemahkan menjadi langkah praktis. Pegang 5 rukun, pahami hitungan tawaf dan sa’i, lalu jalankan dengan tenang.

Mulai dari yang aman: selesaikan rukun, jaga stamina, dan jangan memaksa amalan sunnah sampai mengorbankan keselamatan. Semoga Allah mudahkan umrohmu, menerima amal, dan memulangkanmu dengan hati yang lebih bersih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top