Sholat Safar Mau Umroh: Niat + Tata Cara Singkat yang Mudah Dipraktikkan

Artikel ini ditujukan untuk jamaah umroh pemula yang ingin mengawali perjalanan dengan amalan yang ringan tapi terasa “mengunci” kesiapan batin: sholat sunnah safar.
Kalau anda lagi menyiapkan koper, dokumen, dan jadwal manasik, anggap tulisan ini sebagai panduan 10 menit yang bisa anda baca sekali, lalu dipakai kapan pun anda berangkat.
Secara ringkas: sholat safar (shalat sunnah perjalanan) dikerjakan 2 rakaat, mirip sholat sunnah biasa, hanya niatnya spesifik “safar”. Setelah salam, dianjurkan membaca ayat Kursi dan doa-doa safar. Rujukan tata cara ini banyak dibahas oleh NU Online, termasuk bacaan niat dan amalan setelah sholat.
Ringkasan
Sholat safar adalah sholat sunnah dua rakaat sebelum memulai perjalanan. Ia bukan syarat sah umroh, tetapi termasuk amalan yang dianjurkan untuk memohon keselamatan dan kelancaran perjalanan. Niatnya sederhana, tata caranya sama seperti sholat sunnah pada umumnya, lalu ditutup dengan bacaan tambahan seperti ayat Kursi dan doa safar.
Daftar Isi
- Ringkasan
- Daftar Isi
- Inti Penting
- Apa Itu Sholat Safar dan Kapan Dikerjakan?
- Niat Sholat Safar 2 Rakaat
- Tata Cara Sholat Safar Langkah demi Langkah
- Doa Safar yang Disunnahkan Setelah Sholat
- Kaitannya dengan Jamak dan Qashar Saat Perjalanan Umroh
- Praktik Cepat di Bandara, Rest Area, Hotel, dan Pesawat
- Kesalahan Umum dan Cara Membetulkan
- Checklist 10 Menit Sebelum Berangkat
- Apa yang Jarang Dibahas
- FAQ
- Daftar Istilah
- Penutup
Inti Penting
- Sholat safar = sunnah, bukan kewajiban dan tidak memengaruhi sah/tidaknya umroh.
- Dikerjakan 2 rakaat sebelum berangkat (di rumah, masjid, bandara—yang penting masih “sebelum perjalanan” menurut kebiasaan setempat).
- Niat yang umum dipakai: Ushallî sunnatas safari rak’ataini lillâhi ta’âlâ (saya niat sholat sunnah perjalanan dua rakaat karena Allah).
- Setelah salam, dianjurkan ayat Kursi dan doa memohon keselamatan (NU Online juga menyebutkan anjuran membaca surah tertentu setelah salam).
- Jangan lupa: sholat safar berbeda dengan qashar/jamak (keringanan untuk sholat wajib saat perjalanan).
Apa Itu Sholat Safar dan Kapan Dikerjakan?
Istilah “sholat safar” di sini merujuk pada sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan saat seseorang hendak bepergian. Praktiknya dikenal di literatur fikih dan adab safar, dan NU Online menuliskan tata caranya dalam beberapa artikel panduan (misalnya pembahasan “shalat safar saat hendak bepergian” dan versi mudik).
Bedanya dengan Shalat Wajib yang Di-qashar
Sholat safar adalah sholat sunnah sebelum berangkat. Sementara qashar/jamak berkaitan dengan sholat wajib (Zhuhur, Ashar, Isya) yang bisa diringkas/digabung ketika memenuhi syarat safar. Banyak jamaah umroh mencampuradukkan dua hal ini; padahal fungsinya beda.
Waktu Terbaik Sebelum Berangkat
Praktisnya, kerjakan setelah anda siap berangkat: badan sudah rapi, barang penting aman, dan anda tinggal “melangkah”. Kalau berangkat dari rumah, sholat di rumah atau masjid terdekat. Kalau berangkat dari hotel/airport, sholat di mushola hotel atau mushola bandara sebelum check-in juga tidak masalah. Prinsipnya: sebelum perjalanan dimulai.
Kalau anda ikut rombongan, biasanya ada momen “kumpul” sebelum naik bus/berangkat ke bandara—itu waktu yang enak karena tidak terburu-buru.
Niat Sholat Safar 2 Rakaat
Lafal Arab, Latin, dan Artinya
Berikut lafal niat yang sering dicantumkan dalam panduan NU Online:
أُصَلِّي سُنَّةَ السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatas safari rak’ataini lillâhi ta’âlâ
Artinya: “Saya niat shalat sunnah perjalanan dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Rujukan bacaan niat dan tata cara ringkasnya dapat anda lihat di NU Online: https://nu.or.id/shalat/tata-cara-shalat-safar-saat-hendak-bepergian-D3Ul0 dan panduan versi mudik: https://www.nu.or.id/nasional/cara-shalat-safar-agar-mudik-aman-dan-lancar-mJaAA.
Catatan: Niat di Hati vs Dilafalkan
Dalam praktik ibadah, niat itu tempatnya di hati. Melafalkan niat dipakai sebagian orang sebagai “penguat fokus”, terutama saat gugup dan terburu-buru. Jika anda terbiasa melafalkan, ucapkan pelan saja. Yang penting, anda sadar sedang mengerjakan sholat sunnah safar karena Allah.
Tata Cara Sholat Safar Langkah demi Langkah
Tata caranya sama seperti sholat sunnah dua rakaat pada umumnya: takbiratul ihram, Al-Fatihah, bacaan surah, ruku’, sujud, duduk, hingga salam. Yang membedakan adalah niat dan beberapa bacaan yang dianjurkan.
Rakaat Pertama: Al-Kafirun
NU Online menukil anjuran (dalam rujukan ulama) membaca Surat Al-Kafirun setelah Al-Fatihah pada rakaat pertama. Ini bacaan yang pendek, cocok untuk kondisi sebelum berangkat.
Rakaat Kedua: Al-Ikhlas
Pada rakaat kedua, dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah. Lagi-lagi pendek dan mudah dihafal.
Setelah Salam: Ayat Kursi dan Doa
Setelah salam, banyak panduan NU Online menyarankan membaca ayat Kursi (QS Al-Baqarah: 255) sebagai dzikir penguat perlindungan. Lalu lanjutkan doa keselamatan perjalanan. Contoh anjuran sholat safar sebelum berangkat (konteks haji, tetapi relevan untuk umroh) dibahas di: https://www.nu.or.id/nasional/sunnah-laksanakan-shalat-safar-sebelum-berangkat-haji-ZZnsU.
Doa Safar yang Disunnahkan Setelah Sholat
Setelah sholat safar, inti adabnya adalah memohon perlindungan dan kemudahan. Anda boleh berdoa dengan bahasa apa pun. Jika ingin memakai doa yang masyhur, ini dua yang paling sering dipakai:
Doa Naik Kendaraan
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
Subhânalladzî sakhkhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahu muqrinin wa innâ ilâ rabbinâ lamunqalibûn.
Artinya: “Maha Suci Allah yang menundukkan kendaraan ini bagi kami padahal kami tidak mampu menguasainya; dan sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami akan kembali.”
Doa Mohon Keselamatan dan Kemudahan
Anda bisa lanjutkan dengan doa yang sederhana: memohon keselamatan diri, keluarga, rombongan, dan agar ibadah umroh dimudahkan. Kalau anda punya agenda khusus (misalnya umroh bersama orang tua, atau membawa anak), sebutkan saja: “Ya Allah, mudahkan kami…”.
Kaitannya dengan Jamak dan Qashar Saat Perjalanan Umroh
Ini bagian yang paling sering ditanyakan: “Kalau sudah sholat safar, apakah nanti sholat wajib boleh diringkas?” Jawabannya: sholat safar tidak otomatis membuat qashar/jamak jadi boleh. Qashar/jamak punya syarat safar (jarak, status perjalanan, dan lain-lain) yang dibahas dalam fikih.
Kapan Boleh Qashar/Jamak? Singkatnya
Secara umum, keringanan qashar/jamak berlaku ketika anda berstatus musafir menurut ketentuan fikih. Detailnya bisa berbeda antara mazhab dan pembimbing manasik. Jika anda ikut travel, biasanya ada arahan praktis: kapan sholat di bandara, kapan jamak taqdim/ta’khir, kapan qashar.
Praktik Aman untuk Jamaah Indonesia
Prinsip aman: jangan sengaja melewatkan waktu sholat wajib hanya karena bingung qashar/jamak. Kalau ragu, kerjakan sholat wajib di waktunya (meski “normal” 4 rakaat) ketika memungkinkan. Setelah itu baru diskusikan detail qashar/jamak dengan ustaz pembimbing.
Praktik Cepat di Bandara, Rest Area, Hotel, dan Pesawat
Sholat safar itu fleksibel karena sunnah. Tantangan sebenarnya biasanya bukan “boleh atau tidak”, melainkan soal waktu, wudhu, dan tempat.
Kalau Sulit Berwudhu
Kalau air sulit atau antrian panjang, cari toilet mushola atau tempat wudhu lain yang lebih sepi. Jika benar-benar tidak memungkinkan (misalnya kondisi darurat), ingat: ini sunnah. Jangan sampai sholat wajib terabaikan hanya karena mengejar sholat sunnah.
Arah Kiblat dan Ruang Shalat di Bandara
Mayoritas bandara besar punya mushola dan petunjuk kiblat. Kalau tidak ada, gunakan aplikasi kompas kiblat atau tanya petugas. Untuk ruang sempit, sholat dua rakaat dengan bacaan pendek sudah cukup.
Kesalahan Umum dan Cara Membetulkan
Lupa Sholat Safar Tidak Membatalkan Umroh
Ini poin penting: umroh tetap sah meskipun anda tidak sempat sholat safar. Jangan panik dan jangan merasa “perjalanan jadi batal”. Fokus ke rukun dan wajib umroh.
Menunda Shalat Wajib Sampai Terlewat
Yang harus dihindari justru kebalikannya: menunda sholat wajib karena terlalu “ngejar” ritual sebelum berangkat. Kalau waktu sholat wajib sudah masuk dan anda masih longgar, prioritaskan yang wajib dulu.
Checklist 10 Menit Sebelum Berangkat
- Pastikan dokumen penting: paspor, visa (jika perlu), tiket, dan identitas rombongan aman.
- Ambil wudhu, sholat safar 2 rakaat, baca ayat Kursi.
- Baca doa keselamatan perjalanan (versi pendek pun tidak apa-apa).
- Set “niat besar”: perjalanan ini untuk ibadah, jaga adab, jaga emosi, dan jaga kesehatan.
Apa yang Jarang Dibahas
1) Sholat safar itu “alat fokus”, bukan sekadar bacaan. Banyak orang menganggapnya formalitas. Padahal momen 2 rakaat itu sering menjadi jeda yang membuat keputusan perjalanan lebih rapi: anda jadi ingat cek dokumen, minum obat, pamit keluarga, atau mematikan kompor. Kalau anda jadikan sholat safar sebagai “ritual penutup persiapan”, manfaat praktisnya terasa.
2) Jangan memaksakan diri ketika tubuh sedang drop. Menjelang berangkat umroh, sebagian jamaah kurang tidur. Sunnah itu tidak untuk membuatmu pingsan di bandara. Kalau kepala pusing, ambil napas, minum, duduk, dan fokus ke yang wajib.
3) Ada bias “harus sempurna” yang bikin stres. Ini sering terjadi pada jamaah pemula: takut salah niat, takut salah bacaan, takut tidak membaca surah tertentu. Ingat, sholat safar pada dasarnya sholat sunnah dua rakaat. Surah Al-Kafirun/Al-Ikhlas itu anjuran, bukan syarat sah. Kerjakan dengan tenang.
4) Verifikasi kebiasaan rombongan. Tiap travel punya SOP: ada yang mengatur sholat sunnah bersama sebelum berangkat, ada yang tidak. Ikuti arahan pembimbing agar tidak terlambat jadwal keberangkatan. (Perlu verifikasi: jadwal dan SOP manasik tiap travel bisa berubah dari waktu ke waktu.)
5) Buat “rencana sholat wajib” untuk 24 jam pertama. Hari pertama umroh sering chaos: check-in, jet lag, jadwal ziarah, dan lain-lain. Justru di sini anda butuh rencana sederhana: kapan kira-kira Zhuhur/Ashar/Maghrib/Isya dikerjakan, di mana, dan dengan siapa. Ini lebih berdampak dibanding mengejar sunnah yang membuatmu terlambat.
FAQ
Apakah sholat safar itu wajib?
Tidak. Sholat safar adalah sholat sunnah. Ia dianjurkan sebagai adab sebelum bepergian, tetapi meninggalkannya tidak berdosa dan tidak memengaruhi sahnya umroh.
Boleh sholat safar di rumah sebelum berangkat?
Boleh. Banyak orang mengerjakannya di rumah setelah siap berangkat. Kalau anda khawatir terburu-buru di bandara, sholat di rumah sering jadi pilihan paling nyaman.
Kalau sudah di bandara, boleh kerjakan di sana?
Boleh, selama masih sebelum perjalanan dimulai (sebelum boarding/naik kendaraan utama). Cari mushola bandara, kerjakan 2 rakaat dengan bacaan pendek agar tidak mepet waktu.
Berapa jarak safar untuk boleh qashar?
Ini ranah fikih sholat wajib (qashar/jamak), dan ada perbedaan perincian antar mazhab serta arahan pembimbing manasik. Kalau anda ragu, prioritaskan sholat wajib di waktunya dan konsultasikan detail qashar/jamak dengan ustaz rombongan.
Daftar Istilah
- Safar
- Perjalanan yang dalam fikih dapat memunculkan keringanan tertentu (rukhsah), misalnya qashar/jamak untuk sholat wajib.
- Sholat sunnah safar
- Sholat sunnah dua rakaat sebelum bepergian sebagai adab safar.
- Qashar
- Meringkas sholat wajib empat rakaat menjadi dua rakaat (Zhuhur, Ashar, Isya) ketika memenuhi syarat safar.
- Jamak
- Menggabungkan dua sholat wajib dalam satu waktu (Zhuhur+Ashar, Maghrib+Isya) karena uzur yang dibenarkan.
- Rukhsah
- Keringanan syariat untuk kondisi tertentu agar ibadah tetap mudah dan tidak memberatkan.
Penutup
Kalau anda ingin amalan yang simpel tapi menenangkan sebelum berangkat umroh, sholat safar adalah pilihan yang “low effort, high impact”. Dua rakaat saja, lalu doa yang jujur, dan anda berangkat dengan hati yang lebih tertata.
Setelah itu, fokuslah pada yang paling penting: menjaga sholat wajib, menjaga adab, dan mengikuti rukun umroh dengan benar. Semoga perjalananmu aman, sehat, dan ibadahnya diterima.