Amanah Travel Umroh

Panduan manasik umroh NU Online: materi yang dipelajari (rukun, larangan ihram, tawaf, sa’i, tahallul) plus persiapan fisik dan logistik.

Manasik Umroh NU Online: Apa yang Dipelajari & Persiapan

Jamaah bertawaf di sekitar Ka'bah di Masjidil Haram
Sumber: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:The_Kaaba_during_Hajj_-_edited.jpg — Lisensi: CC BY-SA 4.0

Artikel ini cocok untuk jamaah yang belajar manasik umroh lewat materi NU Online, pengajian, KBIHU, atau kajian fiqih mazhab Syafi’i yang umum dipakai di Indonesia.

Targetnya sederhana: anda paham apa saja yang dipelajari saat manasik, lalu punya persiapan yang “nyambung” dengan kondisi lapangan—bukan cuma teori.

Catatan: detail fikih bisa berbeda menurut mazhab dan pembimbing. Jadi, anggap ini sebagai peta besar yang memudahkan anda mengikuti manasik (bukan fatwa personal).

Ringkasan

Manasik umroh versi NU Online biasanya menekankan: (1) rukun umroh agar sah, (2) adab agar ibadah lebih tertata, dan (3) doa-dzikir sebagai penguat ruhani. Fondasi rukunnya bisa anda baca di sini: https://nu.or.id/syariah/5-rukun-umrah-yang-tidak-boleh-ditinggalkan-1KXoV.

Setelah paham rukun, manasik akan terasa seperti “pemetaan risiko”: di titik mana jamaah paling sering salah hitung, salah arah, atau tidak siap fisik.

Daftar Isi

Inti Penting

  • Yang dipelajari: rukun (ihram–tawaf–sa’i–tahallul–tertib), larangan ihram, doa-dzikir, serta praktik lapangan.
  • Persiapan terbaik: satu rujukan panduan yang jelas + latihan simulasi hitungan putaran + kebugaran jalan kaki.
  • Prinsip NU yang terasa: kuat di fikih, menjaga adab, dan memilih yang maslahat (aman, tidak saling menyakiti).
  • Hal yang sering bikin gagal: panik saat terpisah, salah hitung sa’i, dan memaksakan sunnah di kondisi padat.

Manasik Umroh ala NU Online: Fokus Fikih & Adab

Benang merahnya: mazhab Syafi’i, adab, dan kemaslahatan

Di materi NU Online, anda akan sering menemukan penjelasan yang “fiqih dulu, baru teknis”. Artinya: rukun dan syarat dijelaskan jelas, lalu dibawa ke praktik (misalnya: kapan ihram dimulai, apa yang membatalkan, dan apa konsekuensinya).

Selain fikih, adab juga ditekankan: menjaga aurat, tidak mendorong, tidak mengganggu jamaah lain, serta menghormati aturan di Masjidil Haram. Ini penting karena umroh itu ibadah berjamaah—kekhusyukanmu ikut dipengaruhi sikapmu pada orang lain.

Rujukan bacaan yang sering disebut NU

Untuk jamaah yang suka belajar dari kitab, NU Online pernah membahas kitab ringkas yang memang khusus membahas manasik haji dan umroh: al-Idhah fi Manasik al-Haji wa al-‘Umrah. Ringkasannya bisa anda baca di: https://www.nu.or.id/pustaka/al-idhah-fi-manasik-al-haji-wal-umrah-kitab-khusus-pedoman-jamaah-haji-oPIsZ.

Kalau anda butuh panduan “format resmi” yang biasa dipakai dalam bimbingan, Kemenag juga menyediakan buku tuntunan manasik: https://haji.kemenag.go.id/v5/storage/strapi-cms-landing-page/cms/Buku_Tuntunan_Manasik_Haji_f14b85fc63.pdf.

Apa yang Dipelajari di Manasik Umroh

Lima rukun umroh yang wajib dipenuhi

NU Online merangkum rukun umroh menjadi lima: ihram, tawaf, sa’i, tahallul, dan tertib. Ini “inti kurikulum” manasik. Pada tahap ini anda biasanya dilatih menjawab cepat:

  • Start ihram dari mana (miqat) dan kapan niatnya?
  • Tawaf dimulai dari titik mana dan berapa putaran?
  • Sa’i dihitung bagaimana agar tidak terbalik?
  • Tahallul standar aman yang diterima pembimbing?

Larangan ihram dan konsekuensi (fidyah/dam) secara ringkas

Manasik yang baik tidak hanya menyebut “larangan ihram”, tapi juga mengajarkan cara mencegahnya. Contoh paling sering: pakai parfum setelah niat, menutup kepala (bagi laki-laki) dengan cara yang tidak tepat, atau lupa batasan hubungan suami-istri.

Biasanya pembimbing NU akan menjelaskan gambaran konsekuensi (fidyah/dam) secara ringkas, lalu memberi solusi praktis: apa yang harus dilakukan kalau terlanjur.

Doa dan dzikir: mana yang inti, mana yang fleksibel

Bagian doa sering membuat jamaah stres karena takut “kurang hafalan”. Kuncinya: bedakan mana yang inti (talbiyah, dzikir, doa yang dipahami) dan mana yang fleksibel (doa pilihan, wirid tambahan).

Kalau anda butuh bank doa yang rapi (Arab–Latin–terjemah), NU punya halaman doa haji & umroh yang praktis: https://quran.nu.or.id/doa/doa-haji-umrah.

Panduan sa’i yang mudah dipahami

Sa’i sering jadi “zona salah hitung”. NU Online punya panduan sa’i yang ringkas dan mudah dipahami (format video/artikel): https://www.nu.or.id/video/syariah—ubudiyah/panduan-sa-i-haji-umrah-lengkap-ringkas-dan-mudah-dipahami-bitFA.

Praktik hitung yang aman: Shafa→Marwah = 1, Marwah→Shafa = 2, begitu seterusnya sampai 7 berakhir di Marwah.

Persiapan Sebelum Manasik dan Keberangkatan

Persiapan ilmu: satu buku panduan + satu lembar ringkasan

Jangan koleksi 10 panduan—biasanya malah bingung. Pilih satu rujukan utama (misalnya buku manasik Kemenag atau materi pembimbing), lalu buat ringkasan 1 lembar berisi: urutan rukun, cara hitung tawaf/sa’i, dan poin larangan ihram.

Ringkasan 1 lembar itu nanti anda bawa di tas kecil, jadi “GPS” saat otak sudah capek.

Persiapan mental dan adab: yang sering dilupakan

Manasik NU biasanya mengingatkan bahwa ibadah ini menguji akhlak: antre, sabar, menahan emosi, dan tidak merugikan orang lain. Persiapan mentalnya bukan sekadar “siap berangkat”, tapi siap menghadapi: kamar sempit, ritme rombongan, dan perubahan cuaca.

Latih dari rumah: disiplin waktu, biasakan jalan kaki setelah shalat, dan kurangi kebiasaan “harus semuanya sempurna”. Di Tanah Suci, yang anda kejar adalah sah dan khusyuk, bukan pamer.

Persiapan logistik & teknologi: biar tidak panik

  • Dokumen: simpan fotokopi + file digital (offline) di HP.
  • Komunikasi: simpan kontak pembimbing & teman sekamar, plus titik kumpul cadangan.
  • Perlengkapan: sandal nyaman, kaus kaki, plester, botol minum kecil, obat pribadi.
  • Navigasi: pahami rute hotel–masjid dan tanda-tanda utama (gate/menara).

Untuk informasi perjalanan resmi umroh, anda bisa cek portal Nusuk: https://umrah.nusuk.sa/Journey. Perlu verifikasi: aturan dan fitur dapat berubah mengikuti kebijakan otoritas.

Simulasi Manasik untuk Pemula

Simulasi ihram: niat, pakaian, dan batasan

Latihan paling berguna: “seolah-olah anda sudah di miqat”. Anda pakai pakaian ihram, lalu pembimbing memandu kapan niat. Setelah niat, anda latihan mengingat larangan ihram (dan cara menghindarinya).

Simulasi tawaf: hitungan, arah, dan titik start

Simulasi tawaf biasanya dilakukan dengan membuat “mini Ka’bah” atau penanda arah. Tujuannya bukan meniru persis, tapi melatih kebiasaan: start di Hajar Aswad, putar berlawanan jarum jam, dan disiplin hitungan 7.

Simulasi sa’i: cara hitung 7 kali tanpa salah

Latihan sa’i biasanya paling efektif kalau anda mempraktikkan hitung dengan suara pelan atau tanda di jari. Banyak jamaah merasa “ternolong” setelah menemukan satu metode hitung yang konsisten.

Simulasi tahallul: standar aman untuk laki-laki & perempuan

Pembimbing akan menjelaskan standar pemotongan rambut agar aman. Untuk laki-laki bisa gundul atau pendek; untuk perempuan umumnya memendekkan rambut. Pastikan anda tahu “berapa banyak” yang dianggap memadai menurut bimbingan yang anda ikuti.

Catatan Khusus: Jamaah Perempuan & Lansia

Perempuan: haid, istihadhah, dan strategi komunikasi

Bagian ini sebaiknya dibahas spesifik dengan ustazah/pembimbing karena menyentuh syarat suci saat tawaf pada banyak pendapat. Yang bisa anda siapkan dari rumah adalah strategi komunikasi: kapan melapor, siapa pendamping, dan rencana ibadah alternatif selama menunggu.

Lansia: kursi roda, pendamping, dan pacing ibadah

Untuk lansia, manasik idealnya membahas “pacing”: jangan memaksakan jalur padat, pilih waktu yang lebih sepi, dan atur jeda istirahat. Pendamping perlu paham urutan rukun agar bisa menuntun tanpa panik.

Apa yang Jarang Dibahas

1) Cara mengurangi konflik rombongan. Banyak drama kecil terjadi karena ekspektasi berbeda: ada yang ingin cepat, ada yang ingin foto, ada yang ingin doa panjang. Sebelum berangkat, sepakati “aturan main” sederhana: rukun dulu, titik kumpul jelas, dan siapa yang jadi pengambil keputusan saat darurat.

2) “Skenario tersesat” yang realistis. Tersesat bukan aib—itu risiko. Siapkan: screenshot peta, kartu hotel, nomor pembimbing, dan kebiasaan selalu kembali ke titik yang disepakati (misalnya gate tertentu). Latih ini saat manasik: “kalau terpisah, anda ke mana?”.

3) Mengelola ibadah tanpa gadget. HP bisa habis baterai. Karena itu ringkasan 1 lembar itu penting. Bahkan doa pun tidak harus bergantung pada layar; doa pendek yang anda pahami lebih menenangkan daripada mengejar halaman demi halaman.

4) Keseimbangan fikih dan adab. Ada jamaah yang benar secara hitungan, tapi salah secara adab: mendorong, memotong antrean, atau membuat orang lain kesakitan. NU sering menekankan bahwa adab adalah bagian dari menjaga kesempurnaan ibadah—dan itu terasa banget di kerumunan.

FAQ

Apakah niat umroh boleh dilafalkan?

Dalam banyak materi Syafi’iyah, niat utamanya ada di hati, dan melafalkan bisa membantu menghadirkan niat. Ikuti arahan pembimbingmu agar konsisten dan tidak bingung di lapangan.

Bolehkah membaca doa dari buku/HP saat tawaf?

Boleh selama tidak mengganggu arus jamaah dan anda tetap sadar hitungan serta arah putaran. Banyak pembimbing menyarankan doa pendek yang dihafal agar lebih fokus.

Kalau tersesat dari rombongan, apa yang harus dilakukan?

Tenang, cari tempat aman di pinggir, hubungi pembimbing/teman sekamar, lalu bergerak ke titik kumpul yang disepakati. Jangan berputar tanpa tujuan karena biasanya makin jauh.

Apakah sa’i harus lari-lari di area hijau?

Pada praktiknya ada bagian tertentu yang dianjurkan berlari kecil bagi laki-laki yang mampu. Namun untuk pemula, lansia, atau kondisi padat, yang paling penting adalah menyelesaikan sa’i 7 kali dengan tertib dan aman.

Daftar Istilah

Rukun
Bagian inti ibadah; jika ditinggalkan, ibadah tidak sah.
Wajib
Kewajiban yang jika ditinggalkan dapat menuntut konsekuensi tertentu; detailnya tergantung pembahasan fikih.
Dam/Fidyah
Konsekuensi (misalnya denda/tebusan) atas pelanggaran tertentu dalam manasik; rinciannya perlu bimbingan ustaz/pembimbing.
Talbiyah
Dzikir “Labbaik…” yang dibaca jamaah saat ihram.
Tertib
Menjalankan rukun sesuai urutannya.

Penutup

Kalau anda ingin manasik umroh NU Online terasa “nempel”, jangan mengejar banyak hafalan. Kejar tiga hal: paham rukun, paham larangan ihram, dan punya metode hitung tawaf–sa’i yang konsisten.

Setelah itu, latih adab dan kesabaran—karena tantangan terbesar umroh sering justru datang dari keramaian, bukan dari teks panduan.

Semoga Allah mudahkan dan terima ibadahmu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top