Amanah Travel Umroh

Niat umroh NU Online berbunyi “Nawaitul ‘umrata wa ahramtu bihā lillāhi ta‘ālā”. Dibaca saat ihram di miqat; ini panduan teks, arti, dan timingnya.

Niat Umroh NU Online: Teks, Arti, dan Kapan Dibaca (Panduan Pemula)

Ilustrasi Masjidil Haram sebagai konteks niat ihram umroh dan miqat
Sumber: Wikimedia Commons — Lisensi: CC BY 4.0

Kalau anda mencari “niat umroh NU Online”, biasanya anda sedang di fase paling krusial sebelum ibadah dimulai: momen ihram di miqat. Di sinilah banyak jamaah pemula tegang—takut telat niat, takut salah lafaz, atau bingung harus baca apa dulu.

Tenang. Artikel ini membahas versi niat yang ditulis NU Online (Arab–Latin–arti), kapan dibaca, dan cara mempraktikkannya di skenario yang umum dialami jamaah Indonesia (via Madinah, langsung Jeddah, atau umroh sunnah dari Makkah).

Ringkasan

Menurut NU Online, niat umroh yang lazim dipakai adalah: نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلّٰهِ تَعَالَى (nawaitul ‘umrata wa ahramtu bihā lillāhi ta‘ālā). Niat ini dibaca saat mulai ihram dari miqat. Setelah niat, dianjurkan membaca talbiyah. Pedoman Kemenag juga menegaskan talbiyah dimulai setelah niat ihram dari miqat, baik untuk haji maupun umroh.

Daftar Isi

Inti Penting

  • Niat umroh dibaca saat ihram di miqat, bukan “kapan-kapan” setelah sampai Makkah.
  • Teks NU Online yang populer: Nawaitul ‘umrata wa ahramtu bihā lillāhi ta‘ālā (Arab–Latin–arti ada di bawah).
  • Setelah niat, lanjutkan talbiyah. Kemenag menulis talbiyah mulai dibaca setelah niat ihram dari miqat.
  • Skema miqat jamaah Indonesia bisa berbeda (via Madinah vs langsung Jeddah). Ikuti arahan pembimbing manasik.
  • Kalau terlanjur lewat miqat tanpa niat, opsi “paling aman” biasanya kembali ke miqat; bila tidak mungkin, ada konsekuensi fikih (dibahas ringkas).

Niat Umroh NU Online: Teks Arab, Latin, dan Arti

NU Online memuat niat umroh dalam bentuk Arab, latin, dan terjemah. Salah satu referensi yang mudah diakses adalah halaman doa haji & umrah di Quran NU: https://quran.nu.or.id/doa/doa-haji-umrah.

Versi Singkat yang Paling Sering Dipakai

نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitul ‘umrata wa ahramtu bihā lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku niat melaksanakan umroh dan berihram karena Allah Ta‘ala.”

Catatan kecil: ada variasi ejaan latin (mis. “bihî/bihā”) tergantung transliterasi. Fokus utamanya adalah makna niat dan kesadaran bahwa anda sedang memulai ihram umroh.

Kalau Badal Umroh untuk Orang Lain

NU Online juga menulis niat badal umroh (dibacakan untuk membadalkan orang lain). Contoh lengkapnya ada di: https://nu.or.id/syariah/niat-badal-umrah-jIj5b.

Kapan Niat Umroh Dibaca? Patokan Miqat

Jawaban paling ringkas: ketika anda mulai ihram dari miqat. Dalam pembahasan NU Online, miqat dibagi menjadi miqat zamani (batas waktu) dan miqat makani (batas tempat). Artikel “Ini Miqat dalam Haji dan Umrah” bisa anda baca di: https://nu.or.id/syariah/ini-miqat-dalam-haji-dan-umrah-75oft.

Miqat Zamani vs Miqat Makani

Miqat makani yang paling “terasa” untuk umroh, karena ia berupa garis tempat: begitu melewatinya, anda seharusnya sudah dalam keadaan ihram dan sudah berniat. Sementara miqat zamani lebih relevan untuk musim haji (rentang waktu tertentu).

Tanda Anda Sudah Masuk Momen Niat

  • Anda sudah berpakaian ihram (untuk laki-laki) atau pakaian yang memenuhi ketentuan (untuk perempuan).
  • Anda sudah siap meninggalkan “zona biasa” dan mulai menjaga larangan ihram.
  • Anda berada di miqat (atau mendekatinya di pesawat) dan pembimbing mengingatkan “sebentar lagi niat”.

Miqat yang Sering Dipakai Jamaah Indonesia

Miqat itu bukan satu titik untuk semua orang. Ia bergantung dari arah kedatangan. NU Online Jawa Timur merangkum macam-macam miqat dan konteks jamaah Indonesia: https://jatim.nu.or.id/nuonline/macam-macam-tempat-miqat-bagi-jamaah-haji-dan-umrah-indonesia-0MTAp.

Jika Berangkat via Madinah: Bir Ali

Jika anda umroh setelah dari Madinah, miqat yang populer adalah Dzulhulaifah (Bir Ali). Umumnya rombongan akan berangkat dari pemondokan menuju Bir Ali untuk niat ihram, lalu melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Jika Langsung Jeddah: Miqat di Pesawat

Bagi yang terbang langsung menuju Jeddah, momen miqat sering terjadi saat pesawat melintasi garis miqat. Karena itu, banyak pembimbing menyarankan sudah berpakaian ihram dari embarkasi atau setidaknya siap-siap di pesawat, lalu berniat ketika pengumuman “mendekati miqat”.

Perlu verifikasi: detail teknis “miqat mana yang dilintasi” bisa dipengaruhi rute penerbangan dan kebijakan/penjelasan pembimbing. Cara paling aman: ikuti briefing manasik travel dan pastikan anda sudah siap sebelum pesawat mendekati miqat.

Umroh Sunnah dari Makkah: Miqat Tan’im

Jika anda sudah di Makkah lalu ingin umroh sunnah, miqat terdekat yang sering dipakai jamaah Indonesia adalah Tan’im. NU Online menulis Tan’im sebagai lokasi favorit miqat umroh sunnah: https://www.nu.or.id/internasional/tan-im-lokasi-favorit-miqat-umrah-sunah-jamaah-haji-indonesia-VCNfj.

Langkah Praktis: dari Mandi Ihram sampai Talbiyah

Di lapangan, anda butuh urutan yang mudah diingat. Ini versi yang umum dipakai jamaah Indonesia, sekaligus nyambung dengan rujukan NU Online dan pedoman Kemenag.

Niat Mandi Ihram

Kalau anda sempat mandi sebelum ihram (di rumah/hotel), NU Online juga menuliskan lafal niat mandi ihram: https://nu.or.id/syariah/ini-lafal-niat-mandi-haji-dan-umrah-i7iwE. Intinya: mandi ini sunnah untuk kebersihan dan kesiapan ibadah.

Urutan Ringkas (Pakai di Pesawat)

  1. Pastikan anda sudah berpakaian ihram dan wudhu (kalau memungkinkan).
  2. Ketika mendekati miqat, niat umroh (bisa dilafalkan pelan, niat utamanya di hati).
  3. Setelah niat, baca talbiyah.
  4. Mulai jaga larangan ihram sampai tahallul.

Pedoman Kemenag menegaskan: talbiyah mulai dibaca setelah niat ihram dari miqat, baik ihram haji maupun ihram umroh (lihat “Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 2024”): https://dki.kemenag.go.id/storage/files/BUKU_TUNTUNAN_MANASIK_HAJI_DAN_UMRAH_2024.pdf.

Kapan Talbiyah Berhenti untuk Umroh?

Dalam pedoman Kemenag, talbiyah untuk umroh berhenti ketika jamaah hendak memulai thawaf. NU Online juga punya artikel tentang kalimat talbiyah dan konteksnya: https://www.nu.or.id/syariah/kalimat-talbiyah-dan-terjemahannya-X3Fij.

Kalau Lupa Niat Sampai Lewat Miqat, Apa yang Harus Dilakukan?

Ini kasus yang paling bikin panik. Prinsipnya: miqat adalah “garis start”. Jika anda melewatinya tanpa ihram (padahal berniat umroh), anda perlu memperbaiki status ihram sesegera mungkin.

Opsi Paling Aman: Kembali ke Miqat

Kalau memungkinkan secara logistik, opsi paling aman adalah kembali ke miqat (atau titik yang setara) untuk mulai ihram dan niat dengan benar. Dalam praktik rombongan, ini jarang terjadi karena jadwal ketat—tapi anda tetap perlu tahu prinsipnya.

Kalau Tidak Mungkin: Konsekuensi Dam

Jika tidak memungkinkan kembali (misalnya karena aturan rombongan), biasanya pembimbing akan menjelaskan opsi fikih seperti dam (denda/tebusan) sesuai pembahasan mazhab. Karena ini detail dan bisa berbeda per bimbingan, jangan ambil keputusan sendiri. Hubungi ustaz pembimbing dan minta arahan yang sesuai manasik travel.

Catatan untuk Perempuan Haid, Anak, dan Lansia

Haid/Nifas: Boleh Ihram tapi Tunda Thawaf

Secara umum, perempuan yang haid tetap bisa berniat ihram dari miqat dan masuk dalam keadaan ihram. Yang tertunda biasanya adalah thawaf sampai suci. Karena jadwal umroh bisa mepet, bahas skenario ini sejak manasik agar anda punya rencana yang realistis.

Anak Kecil Dibantu Wali

Untuk anak kecil, wali/orang tua biasanya membantu pengkondisian ihram, niat, dan menjaga larangan ihram. Fokuskan pada keamanan, hidrasi, dan ritme istirahat—karena umroh itu padat.

Lansia dan Obat Rutin

Lansia sering punya obat rutin. Pastikan obat yang wajib diminum tetap aman dibawa dan dikonsumsi. Larangan ihram umumnya tidak melarang obat, tetapi rencana makan-minum dan jam istirahat sangat menentukan kelancaran ibadah.

Bedakan Niat Umroh dengan Haji/Qiran dan Lainnya

Umroh Saja

Ini yang kita bahas: Nawaitul ‘umrata wa ahramtu bihā lillāhi ta‘ālā.

Haji Qiran: Niat Gabungan

Di halaman Quran NU juga ada contoh niat haji sekaligus umroh (qiran): Nawaitul ḫajja wal ‘umrata wa ahramtu bihimā lillāhi ta‘ālā. Ini penting supaya anda tidak salah memilih lafaz jika paketmu berbeda.

Apa yang Jarang Dibahas

1) “Timing” lebih penting daripada “fasih”. Banyak jamaah terjebak mengejar pelafalan latin yang sempurna, sampai lupa bahwa inti masalahnya adalah kapan niat dilakukan. Lebih baik niatmu sederhana tapi tepat waktu (di miqat) daripada bacaan panjang tapi sudah lewat garis start.

2) Buat rencana antisipasi lupa niat di pesawat. Cara praktis: tulis sticky note di paspor/boarding pass: “MIQAT = NIAT UMROH + TALBIYAH”. Minta teman sekamar untuk saling mengingatkan. Ini mengurangi risiko panik.

3) Jangan menunda belajar larangan ihram. Orang sering hafal niat, tapi lupa larangan ihram (parfum, potong kuku/rambut, dsb.). Akhirnya niatnya benar, tapi praktiknya berantakan. Setelah niat, justru fase “menjaga diri” dimulai.

4) Verifikasi dokumen manasik terbaru. Pedoman resmi bisa diperbarui. Jika anda ingin rujukan yang paling stabil, cek dokumen Kemenag versi terbaru atau materi manasik dari travelmu. (Perlu verifikasi: edisi dan pembaruan pedoman manasik di situs resmi Kemenag.)

5) Ingat: talbiyah untuk umroh berhenti saat akan thawaf. Banyak jamaah tetap bertalbiyah sampai di pelataran Masjidil Haram tanpa tahu titik berhentinya. Padahal aturan praktis ini membantu anda berpindah mode dari “ihram” ke “memulai rangkaian umroh”.

FAQ

Apakah niat umroh harus dilafalkan?

Niat tempatnya di hati. Melafalkan niat dipakai sebagian jamaah sebagai penguat fokus. Jika anda melafalkan, lakukan pelan saja. Yang terpenting: anda berniat ihram umroh karena Allah di miqat.

Kapan tepatnya niat umroh di pesawat?

Umumnya ketika pesawat mendekati atau melintasi garis miqat (biasanya ada pengumuman dari kru atau pembimbing). Cara aman: sudah siap-siap jauh sebelum itu, lalu niat ketika diingatkan. Ikuti arahan pembimbing manasik karena rute penerbangan bisa berbeda.

Bolehkah niat umroh sebelum pakai ihram?

Secara praktik, niat umroh berkaitan dengan masuknya seseorang ke keadaan ihram. Karena itu, biasakan: pakai ihram dulu (atau setidaknya siap secara aturan berpakaian), baru niat di miqat, lalu talbiyah.

Bagaimana jika terlanjur masuk Makkah tanpa niat?

Segera hubungi pembimbing. Opsi yang sering dianggap aman adalah kembali ke miqat untuk ihram. Jika tidak memungkinkan, pembimbing akan memberi arahan fikih (misalnya dam) sesuai bimbingan mazhab dan kebijakan rombongan.

Daftar Istilah

Ihram
Keadaan suci khusus yang dimulai dengan niat (haji/umroh) dan memunculkan larangan-larangan tertentu.
Miqat
Batas tempat/waktu untuk memulai ihram. Untuk umroh, yang paling penting adalah miqat makani.
Talbiyah
Bacaan “Labbaika Allahumma labbaik…” yang dibaca setelah niat ihram.
Thawaf
Mengelilingi Ka’bah tujuh putaran sebagai rangkaian utama umroh.
Dam
Tebusan/denda dalam fikih untuk pelanggaran atau kekurangan tertentu dalam manasik.

Penutup

Kalau anda ingin versi “paling aman” untuk pemula: siapkan ihram lebih awal, niat umroh tepat di miqat, lalu talbiyah. Jangan terlalu stres pada detail kecil; fokus pada timing dan adab ihram.

Simpan artikel ini di HP, dan minta teman rombongan saling mengingatkan saat mendekati miqat. Semoga umrohmu lancar, sehat, dan mabrur.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top