Tata Cara Umroh PDF: Versi Printable + Cara Pakai untuk Pemula
Kalau Anda sedang mencari tata cara umroh PDF yang benar-benar praktis, pegang prinsip ini: file harus cepat dibuka, tidak bikin salah hitung, dan punya ruang catatan lokal (hotel/meeting point). Artikel ini memberi template printable 2 halaman yang bisa Anda copy-paste lalu ekspor jadi PDF.
Perlu verifikasi: kebijakan operasional (misalnya izin/slot atau alur kunjungan) dapat berubah. Gunakan sumber resmi untuk cek terakhir sebelum berangkat: Nusuk dan Nusuk Journey.
Ringkasan
Tujuan PDF ini bukan menggantikan manasik, tapi menjadi “peta jalan” di lapangan. Urutan inti umroh: niat di miqat →
Tata Cara Tawaf Wada Umrah: Langkah Ringkas + Kesalahan Umum
Untuk siapa panduan ini? Buat anda yang selesai umrah dan sebentar lagi keluar dari Makkah, serta ingin “menutup” perjalanan dengan rapi tanpa drama: tidak keburu-buru, tidak salah putaran, dan tidak salah paham soal hukumnya.
Untuk pendamping rombongan juga. Anda bisa pakai artikel ini sebagai checklist singkat: kapan waktu terbaik, apa yang harus dihindari setelah tawaf, dan bagaimana menjelaskan ke jamaah bahwa tawaf wada dalam umrah itu bukan syarat sah.
Di lapangan, istilah “tawaf wada umrah” sering dipakai untuk menyebut tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah. Secara fikih, yang jelas wajib adalah tawaf wada untuk haji. Untuk umrah, mayoritas ulama memandangnya sunnah/afdhal—bagus dilakukan jika mampu, tetapi tidak berdosa jika tidak sempat.
Supaya praktis, kita fokus pada dua hal: (1) urutan langkah yang aman untuk pemula, dan (2) kesalahan umum yang paling sering bikin orang harus mengulang atau jadi panik di detik terakhir.
Ringkasan
Tawaf wada umrah adalah tawaf sunnah sebagai bentuk pamitan dari Baitullah sebelum anda benar-benar meninggalkan Makkah. Pelaksanaannya mirip tawaf biasa: suci dari hadas, menutup aurat, tujuh putaran berlawanan arah jarum jam, lalu shalat dua rakaat jika memungkinkan. Yang paling penting: lakukan setelah semua urusan di Makkah selesai (check-out, koper siap, belanja selesai), karena “wada” itu maknanya benar-benar perpisahan.
Daftar Isi
- Ringkasan
- Inti Penting
- Hukum Tawaf Wada untuk Umrah
- Persiapan Sebelum Tawaf Perpisahan
- Langkah Ringkas Tawaf Wada Umrah
- Bacaan dan Doa yang Mudah Diingat
- Setelah Tawaf, Apa yang Sebaiknya Dilakukan
- Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya
- Apa yang Jarang Dibahas
- FAQ
- Daftar Istilah
- Penutup
Inti Penting
- Tawaf wada untuk umrah umumnya tidak wajib; berbeda dengan haji yang ada kewajiban tawaf wada berdasarkan hadits sahih.
- Waktu terbaik: benar-benar mendekati keberangkatan setelah semua urusan selesai—supaya tidak “balik lagi” untuk belanja atau urusan lain.
- Tidak ada bacaan “pakem” tiap putaran. Fokus pada dzikir dan doa yang anda pahami agar khusyuk.
- Jangan memaksakan menyentuh/mengecup Hajar Aswad kalau padat. Keselamatan dan adab lebih utama.
- Jika putaran ragu, berhenti sejenak di pinggir, hitung ulang, lanjutkan dengan tenang (jangan panik).
Hukum Tawaf Wada untuk Umrah
Kalau anda bertanya: “Ini wajib nggak?” Jawaban paling aman: tawaf wada tidak termasuk rukun umrah. Jadi umrah anda tetap sah walau tidak melakukan tawaf wada. Namun, melakukan tawaf sebelum keluar Makkah adalah amalan yang baik—terutama kalau anda ingin menutup perjalanan dengan ibadah, bukan dengan aktivitas lain.
Kalau ingin membaca penjelasan yang lebih detail, anda bisa lihat pembahasan fikih tawaf wada pada beberapa rujukan yang membahas dalil dan perbedaan umrah vs haji, misalnya di Rumaysho dan Almanhaj.
Bedanya dengan Tawaf Wada Haji
Dalam haji, tawaf wada adalah “tutup buku” manasik sebelum meninggalkan Makkah. Ada hadits yang memerintahkan agar akhir ibadah adalah tawaf di Baitullah, dengan keringanan bagi wanita haid. Karena itulah, banyak ulama memasukkannya sebagai kewajiban haji (wajib). Pembahasan ringkas yang mudah dicerna juga tersedia di Muslim.or.id.
Sementara pada umrah, Nabi ﷺ tidak mencontohkan tawaf wada sebagai ritual wajib khusus umrah. Maka, istilah “tawaf wada umrah” biasanya dimaknai sebagai tawaf sunnah sebelum pulang, bukan kewajiban.
Kapan Disunnahkan Dilakukan
Prinsipnya: lakukan ketika anda sudah siap “angkat kaki” dari Makkah. Kalau hotel anda dekat Masjidil Haram dan rombongan berangkat malam, banyak jamaah memilih tawaf wada setelah Asar atau setelah Isya (tergantung kepadatan). Yang penting, setelah itu anda tidak membuat aktivitas besar yang merusak makna “perpisahan”.
Persiapan Sebelum Tawaf Perpisahan
Persiapan yang baik membuat tawaf terasa ringan. Banyak kepanikan terjadi bukan karena tidak bisa tawaf, tetapi karena urusan logistik belum beres: koper belum turun, bus sudah menunggu, atau masih “nanggung” belanja.
Niat dan Kondisi Suci
- Pastikan berwudhu dan menjaga wudhu selama tawaf.
- Menutup aurat dan berpakaian rapi. Untuk pria, ini tawaf sunnah—tidak perlu memaksakan idtiba’/raml (lari kecil) jika padat.
- Niat cukup di dalam hati: “Saya tawaf sunnah (perpisahan) karena Allah.”
Strategi Waktu dan Rute
- Jika anda jamaah pemula, pilih waktu yang lebih “longgar”: biasanya di luar jam puncak setelah shalat wajib.
- Tentukan titik kumpul dengan rombongan (misalnya: dekat pintu tertentu atau landmark lantai) agar tidak “hilang” setelah selesai.
- Minimalkan barang bawaan. Bawa tas kecil saja; dokumen dan uang sebaiknya rapi dan aman.
Langkah Ringkas Tawaf Wada Umrah
Secara garis besar, langkahnya sama dengan tawaf biasa. Bedanya: anda meniatkan sebagai tawaf sunnah perpisahan dan menjaga agar ini menjadi amalan terakhir sebelum keluar dari Makkah.
Mulai di Hajar Aswad
Mulai dari garis sejajar Hajar Aswad (biasanya ada lampu/petunjuk). Jika bisa, isyaratkan dengan tangan (tanpa menyakiti orang lain), lalu mulai putaran pertama. Tidak perlu memaksakan mengecup Hajar Aswad saat sangat padat.
Tujuh Putaran dengan Tenang
- Berjalan berlawanan arah jarum jam, menjaga alur jamaah.
- Hitung putaran dengan cara sederhana: gunakan jari, tasbih, atau catatan kecil di kepala. Jangan gengsi berhenti di pinggir jika ragu.
- Kalau ada jeda shalat fardhu, ikuti arahan petugas. Setelah shalat, lanjutkan dari titik anda berhenti (tidak harus mengulang dari awal).
Shalat Dua Rakaat dan Zamzam
Setelah selesai putaran ke-7, shalat dua rakaat di area yang memungkinkan (idealnya dekat Maqam Ibrahim jika tidak padat, tapi anda boleh shalat di mana saja di Masjidil Haram). Setelah itu, jika mudah, minum air zamzam.
Kalau anda ingin rujukan praktis tentang adab dan aturan tawaf versi edukasi umum (untuk melengkapi gambaran teknis), anda bisa baca panduan aturan tawaf di Just Umrah. Fokuskan tetap pada arahan pembimbing dan kondisi lapangan.
Bacaan dan Doa yang Mudah Diingat
Ini bagian yang sering bikin orang stres karena takut “salah bacaan”. Tenang: yang penting adalah dzikir dan doa yang baik, bukan hafalan yang dipaksakan.
Tidak Ada Doa Wajib per Putaran
Dalam banyak bimbingan manasik, ditegaskan bahwa tidak ada satu bacaan wajib yang harus dibaca di setiap putaran. Anda boleh membaca tasbih, tahmid, tahlil, shalawat, atau doa apa pun yang anda pahami maknanya. Ini justru membuat tawaf lebih hidup: anda berdialog dengan Allah, bukan sekadar mengejar target bacaan.
Contoh Doa Praktis
- Doa ampunan: “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, terimalah ibadahku.”
- Doa keluarga: “Ya Allah, jaga keluargaku, sehatkan kami, berkahi rezeki kami.”
- Doa perjalanan: “Ya Allah, mudahkan kepulangan kami dan jadikan ini umrah yang mabrur.”
Kalau anda ingin inspirasi doa yang pendek-pendek, rujuk buku manasik pembimbingmu. Pilih yang sederhana dan anda paham.
Setelah Tawaf, Apa yang Sebaiknya Dilakukan
Bagian “aftercare” ini justru yang menentukan apakah tawaf anda benar-benar menjadi “wada” (perpisahan) atau sekadar tawaf biasa lalu kembali sibuk dengan urusan duniawi.
Keluar Masjid dengan Sopan
- Keluar dengan tenang, tidak terburu-buru menyalip jamaah.
- Jika anda tipe yang mudah terharu, berhenti sebentar di tepi untuk menata emosi (tidak menghalangi jalan).
- Jaga adab: minimalkan foto/video terutama di area padat.
Apa yang Harus Dihindari Setelahnya
- Belanja besar setelah tawaf. Kalau terpaksa beli hal kecil (misalnya air) karena kebutuhan darurat, jangan jadikan kebiasaan.
- Balik lagi ke Masjidil Haram untuk aktivitas yang bukan kebutuhan penting.
- Menunda keberangkatan tanpa alasan yang jelas, padahal sudah berniat “wada”.
Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya
Di bawah ini daftar kesalahan yang paling sering terjadi pada jamaah pemula, plus cara cepat menghindarinya.
Kesalahan Teknis di Lapangan
- Putaran kurang/lebih karena tidak punya sistem hitung. Solusi: pakai metode yang konsisten sejak putaran pertama.
- Memaksa mendekat ke Ka’bah saat padat. Solusi: ambil jalur lebih luar; tawaf tetap sah.
- Wudhu batal dan diteruskan. Solusi: segera keluar untuk wudhu, lalu lanjutkan dari titik terakhir (jangan panik).
- Melawan arus demi mengejar rombongan. Solusi: cari titik aman, komunikasikan via telepon/HT bila ada.
Mitos yang Sering Terdengar
- “Kalau tidak tawaf wada, umrah batal.” Ini tidak tepat. Umrah tetap sah karena rukun umrah sudah selesai.
- “Harus baca doa khusus putaran 1–7.” Tidak ada kewajiban seperti itu. Pilih doa yang anda pahami.
- “Harus mengecup Hajar Aswad.” Sunnah jika memungkinkan tanpa menyakiti orang; jika tidak, cukup isyarat.
Apa yang Jarang Dibahas
Banyak panduan berhenti di “cara tawaf”, padahal yang bikin jamaah gagal adalah hal-hal kecil: koper, jadwal bus, dan energi yang sudah menipis setelah rangkaian ibadah. Di bagian ini, kita bahas yang jarang dibicarakan tetapi paling terasa manfaatnya.
Trik Logistik: Koper, Check-out, dan Shuttle
1) Kunci: urusan hotel beres dulu. Idealnya, anda sudah check-out (atau minimal koper sudah terkumpul dan siap berangkat) sebelum tawaf wada. Kalau rombonganmu pakai sistem “koper turun dulu, jamaah menyusul”, pastikan anda sudah tahu titik kumpul dan jam final.
2) Hindari “tawaf sambil nenteng”. Selain melelahkan, ini berisiko tercecer. Kalau perlu bawa barang, pilih tas kecil yang menempel di badan dan tidak mengganggu orang lain.
3) Sisipkan buffer waktu. Masjidil Haram bisa sangat padat. Buat buffer 60–120 menit sebelum jadwal bus supaya anda tidak tawaf dalam mode panik.
Menghemat Tenaga Tanpa Kehilangan Khusyuk
Ambil jalur yang “aman napas”. Jalur lebih luar biasanya lebih longgar dan ritmenya stabil. Ini membantu lansia, jamaah yang mudah pusing, atau yang membawa anak.
Minum sebelum masuk area tawaf. Dehidrasi membuat emosi cepat naik. Minum secukupnya sebelum mulai, lalu setelah selesai (zamzam). Jangan memaksakan tawaf ketika anda sudah sangat lemas—istirahat sebentar di pinggir jauh lebih baik.
Kurangi target “performa”. Tawaf perpisahan bukan lomba. Fokus pada adab, keselamatan, dan hati yang hadir. Jika anda butuh pegangan versi resmi, selaraskan dengan buku manasik pembimbing dan arahan petugas.
FAQ
Apakah tawaf wada wajib untuk umrah?
Tidak. Mayoritas ulama tidak mewajibkan tawaf wada untuk umrah. Ia lebih tepat dipahami sebagai tawaf sunnah (perpisahan) sebelum meninggalkan Makkah.
Bolehkah belanja setelah tawaf wada?
Secara praktis, sebaiknya dihindari karena mengurangi makna “wada”. Kalau ada kebutuhan darurat, lakukan seperlunya.
Bagaimana jika wanita haid/nifas?
Wanita haid/nifas tidak melakukan tawaf. Pada konteks “tawaf wada umrah” yang statusnya sunnah, tidak melaksanakannya tidak menimbulkan dosa.
Apakah harus pakai ihram lagi?
Tidak. Tawaf wada (dalam konteks umrah) dilakukan setelah anda selesai umrah dan sudah tahallul. Anda memakai pakaian biasa seperti beraktivitas normal di Masjidil Haram.
Daftar Istilah
- Tawaf
- Mengelilingi Ka’bah tujuh putaran sebagai ibadah.
- Tawaf Wada
- Tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah; wajib pada haji menurut banyak ulama, sunnah dalam konteks umrah.
- Hajar Aswad
- Batu hitam di sudut Ka’bah yang menjadi titik awal dan akhir putaran tawaf.
- Putaran
- Satu kali mengelilingi Ka’bah dari titik Hajar Aswad kembali ke titik yang sama.
- Wudhu
- Bersuci dari hadas kecil; salah satu syarat tawaf menurut mayoritas ulama.
- Zamzam
- Air zamzam yang tersedia di Masjidil Haram; biasa diminum setelah ibadah.
Penutup
Tawaf wada umrah paling enak dipahami sebagai “momen pamit” yang tenang. Karena statusnya sunnah, anda tidak perlu tegang. Yang anda butuhkan adalah timing yang tepat, kondisi suci, hitungan putaran yang rapi, dan adab di tengah keramaian.
Jika anda ingin praktik yang lebih mulus, jadikan artikel ini checklist: urusan hotel selesai dulu, tawaf dilakukan mendekati keberangkatan, lalu jaga agar aktivitas setelahnya seminimal mungkin. Semoga Allah menerima umrahmu dan memudahkan kepulanganmu dengan selamat.